Daul Combo Diharapkan Jadi Icon Musik Tradisional Sampang

Foto salah satu Daul Combo asal kabupaten Sampang.

SAMPANG, Maduracorner.com, Dalam kegiatan Kajian Kantin Budaya dengan tema ”Mengulik Sejarah Daul Combo oleh Purna Prakarya Muda Indonesia (PPMI)”, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat menyatakan dan menegaskan bahwa Daul Combo budaya milik Kabupaten Sampang.

Menurutnya Daul Combo lahir dari sebuah tradisi membangunkan orang sahur, tetapi tradisi cara membangunkan orang sahur itu berbeda dengan yang dilakukan masyarakat di Daerah lain.

Bacaan Lainnya

“Sehingga keunikan serta perbedaan itu menjadi ciri khas yang terbentuk dalam sebuah pakem tersendiri dan sudah layak menjadi Ikon Kabupaten Sampang,” ungkapnya.

Pihaknya menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bisa menterjemahkan dan memaknai pernyataan tentang Daul Combo milik Kabupaten Sampang.

“Sehingga diharapkan dapat memfasilitasi baik secara administratif maupun Program terkait keinginan masyarakat untuk bisa ditetapkannya Daul Combo sebagai Musik Tradisional Sampang,” harapnya, di Unique Cafe, Selasa (31/5/2022) kemarin.

Pada acara tersebut PPMI dan Katar Sampang menghadirkan Narasumber dari Pemuda Pelajar Perantau Sampang (P3S) Organisasi Insidentil lokal sebagai Penggagas Lomba Daul Combo yang pertama kalinya H Moehid Dohri dan Siswo Budi Utomo serta Suprapto dan Frankky Pemerhati Musik Tradisional Pamekasan.

Acara tersebut dipandu Deny dari PPMI selaku Pengarah acara dan menghadirkan 2 Group Daul Combo Putra Panglima dan Putra Delima (Adela) serta Musik Kontemporer Daul Dug Dug Dharma Langit.

Ketua PPMI Sampang Moh. Iqbal Fathoni menyampaikan bahwa Kantin Budaya merupakan wadah para pemuda untuk memunculkan ide serta gagasan yang cerdas guna memperjelas dan memperkaya refrensi dari identitas yang menjadi Icon Kabupaten Sampang khususnya bidang Kebudayaan.

“Kali ini kami mengambil tajuk “Mengulik Sejarah Daul Combo, sesuai dengan kondisi yang diaspirasikan oleh masyarakat Kabupaten Sampang,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait