Deretan Kasus Korupsi Belum Dituntaskan Kejari Pamekasan

437 views

Pamekasan, Maduracorner.com – Tata kelola Pemerintahan yang baik dan bersih (Good Governance) tampaknya belum berjalan dengan baik di Kabupaten Pamekasan. Buktinya sederetan kasus korupsi masih saja dilakukan oleh aparatur pemerintah di kota Pendidikan itu.Bahkan dalam perjalanannya kasus korupsi di kota Gerbang Salam tersebut justru semakin bertambah walaupun kasus – kasus korupsi yang sudah lama bergulir belum sepenuhnya dituntaskan oleh Kejaksaan Negeri Pamekasan sebagai penegak hukum.Tentu kita masih ingat kasus korupsi yang diduga melibatkan mantan Kepala Kemenag Pamekasan, Normaluddin yang dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pada 2012, Namun hingga 2014 kasus tersebut belum tuntas.

Meski telah menyeret Juhairiyah, mantan Kasi Mapenda saat itu atas korupsi Block Grand, namun publik masih menanti kinerja kejari untuk mengungkap keterlibatan para oknum lainnya termasuk peran mantan Kankemenag saat itu, Normaluddin.

Sayangnya, kejari mengaku masih kesulitan untuk mengungkap kasus yang membelit kemenag Pamekasan yakni dugaan Pemotongan gaji pegawai untuk dana koperasi, dugaan pungli NRG, dugaan pungli HAB, dan dugaan penggelapan dana tunjangan fungsional guru.Selain kasus korupsi di Kementerian Agama Pamekasan, kasus korupsi yang cukup mengagetkan Kabupaten Pendidikan itu adalah dugaan Korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan atau Adhoc 2008 yang merugikan negara sebesar Rp. 1,9 Milyar.

Meski mantan Kadisdik, Ahmad Hidayat dan Salman Alfarisi sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Surabaya, namun hingga awal 2015 ada 4 tersangka yang masih dibiarkan bebas berkeliaran oleh kejari, masing-masing SS, NQ, A dan YS.”Adhoc tinggal pelimpahan ke pengadilan tipikor, Insya Allah bulan ini sudah bisa dilimpahkan,” kata Kajari Pamekasan, Sudiharto melalui Jaksa Fungsional, Yulistiono, Senin (05/01)

Selain kasus korupsi dana Adhoc, kasus korupsi yang belum tuntas adalah kasus korupsi pengadaan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Desa Bindang Kecamatan Pasean Pamekasan yang diduga merugikan negara hingga 3 Milyar.Kedua tersangka yakni R dan A, yang diduga terlibat dalam pemalsuan dokumen Akta Jual Beli (AJB) hingga kini belum menyusul dua rekannya yang sudah lebih dulu divonis oleh pengadilan tipikor yakni Sarwo Edi dan Moh. Riyadi.

Tindak pidana korupsi yang paling hangat dan masih menghiasi beberapa media lokal adalah kasus korupsi penyelewengan beras miskin di Desa Toket Kecamatan Proppo Pamekasan, Isnaini, selaku Kades aktif pun ditetapkan sebagai tersangka.Kades perempuan itu diduga menyelewengkan raskin selama 2011 sampai 2013 atau kurang lebih 25 bulan dengan jumlah penerima pada tahun 2011 sebanyak 852 RTS, tahun 2012 sebanyak 676 RTS, dan pada tahun 2013 sebanyak 576 RTS.Raibnya 1.504 ton beras dari Gudang Bulog Sub Divre XII Madura juga tengah menjadi perhatian publik, bahkan status pemeriksaannya pun bakal segera ditingkatkan oleh Kejari dari penyelidikan menjadi penyidikan.”Sampai saat ini masih penyelidikan, minggu depan mungkin sudah bisa kita tingkatkan menjadi penyidikan,” imbuh Yulistiono.

Apakah 1.504 ton beras tersebut benar-benar hilang sebagaimana dilaporkan atau seolah-olah sengaja dihilangkan tentu masih terus didalami oleh penyidik kejaksaan negeri Pamekasan termasuk siapa saja yang terlibat di dalamnya.Tentunya masih ada beberapa kasus korupsi yang tengah disidik Kejari Pamekasan yang saat ini belum sepenuhnya tuntas. Tetapi koprs adhiyaksa tetap tersebut mendapat dukungan dari publik agar menuntaskan kasus – kasus yang merugikan negara itu.

Penulis : Fatahillah Kamali Editor : Gebril Altsaqib