Dewan Sesalkan Pemotongan Dana BSM

594 views

Bantuan Siswa Miskin | oleh : Teguh

Maduracorner.com, Sumenep —  Dugaan pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), yang terjadi di 6 Sekolah Dasar, di Kecamatan Talango, mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep. Disdik Sumenep telah memanggil UPT Pendidikan Kecamatan Talango, untuk dimintai klarifikasi terkait pemotonan dana bantuan itu.
 
Selain dari pihak Dinas Pendidikan yang memplototi pada kasus yang terkait untuk pemotongan atas BSM tersebut kini komisi D DPRD Sumenep yang membidangi soal pendidikan juga menyesalkan atas pemotongan dana tersebut.
 
Meskipun dari  hasil pemerksaan yang dilakukan kabid Dikdas pada UPT pendidikan Talango, dana BSM yang dibagi rata pada semua siswa yang ada di 6 SD Talango, tidak diberikan berbentuk uang tunai. Melainkan dana bantuan BSM dibelikan seragam, seperti kaos olah raga, baju batik serta alat kelengkapan sekolah lainnya, sehingga dana bantuan bagi siswa miskin dinikmati semua siwa yang ada disekolah tersebut, komisi D DPRD tetap sangat menyangkannya.
 
Sebab, terang A. Zubaidi  ketua Komisi D DPRD Sumenep,  tindakan 6 kepala sekolah yang melakukan pemotongan dana BSM, padahal dana bantuan dari pemerintah harus diterima utuh oleh penerimanya. Namun karena alasan pemerataan, dana BSM yang seharusnya di terima masing-masing siswa sebesar Rp 405 ribu, hanya diberikan Rp 50 ribu hingga 200 ribu.
 
“ Ini sudah tidak benar, masak dana BSM yang diterima penerima tidak sampai separuh, padahal aturannya dana tersebut harus diterima utuh oleh penerima, dan tidak boleh pihak sekolah cawe-cawe dana bantuan itu,” katanya.
 
Menurutnya, tindakan yang dilakukan 6 SD yang ada di kecamatan Talango, sudah menyalahi prosedur. Dana yang seharusnya diterima siswa miskin, dibagi rata dengan siswa yang lain yang notabene kondisi ekonominya tergolong siswa mampu, sehingga siswa miskin penerima bantuan dana BSM dari pemerintah tidak menerima dana tersebut dengan utuh.

“ Kan bantuan dana BSM memang khusu bagi siswa yang tidak mampu, kalau dibagi rata bagiseluruh siswa yang ada disekolah tersebut, berarti siswa yang ekonominya mampu juga kebagian dana bantuan itu dong!,” bebernya.
 
Sedangkan Ketua Komonitas Cinta Pendidikan Sumenep, Bagus Junaidi, tidak akan berhenti hanya melaporkan dugaan pemotongan dana BSM pada UPT, Inspektorat danDisdik Sumenep. Melainkan pihaknya akan membawa persoalan dugaan pemotongan dana BSM itu, hingga ke ranah hukum.
 
“ Kami tidak hanya akan berhenti dengan hanya melaporkan pemotongan dana BSM, pada UPT, inspektorat dan Disdik, kami akan membawa persoalan tersebut hingga ke ranah hukum, bila pihak sekolah tidak mau mengembalikan dana tersebut pada yang berhak, pokoknya dana yang dipotong harus dikembalikan,” pungkasnya. (tgh/lam)

Email Autoresponder indonesia