Dianggap Salah Lokasi, Seorang Kepala Desa Sempat Protes Penyitaan Salah Satu Asset Milik Fuad Amin

image

Proses Penyitaan Yang Mendapat Pengawalan Polisi di Jalan Akses Suramadu

Bangkalan, maduracorner.com – Protes penyitaan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu asset milik Fuad Amin, sempat mendapat protes seorang kepala desa, rabu (4/3/2015) siang. Penyebabnya, si Kades menganggap penyitaan tersebut salah lokasi.

Protes ini dilakukan oleh Kepala Desa Pangpong, Ansori, saat KPK memasangan papan sitadi atas sebuah lahan yang terletak di sisi barat jalan akses Suramadu. Tepatnya sebelah utara rest area. Lahan tersebut memang terletak di desa Pangpong, Kecamatan Labang, Bangkalan.

Sebagai kepala desa setempat, ia menyatakan bahwa tanah atau lahan yang disita tersebut merupakan hasil pembebasan lahan oleh Dinas PU dan Bina Marga Propinsi Jawa Timur. Pembebasan lahan ini sebagai bagian dari upaya pembangunan jalan akses Jembatan Suramadu. Sementara sebagain lainnya, menurut Ansori, merupakan lahan rakyat desanya.

“Setahu saya dulu tanah ini hasil pembebasan lahan. Jadi ini sisa lahan atau bagian dari peruntukan jalan akses Suramadu. Sementara sebagian lagi yang ada dibagian atas milik warga”,ujar Ansori kepada maduracorner.com terkait protes kecilnya. “Tapi semisal ini tetap disita, ya tidak apa-apa. Bisa jadi ada proses peralihan status tanah yang tidak saya ketahui”,tambahnya.

Menanggapi protes ini, penyidik KPK pun menyatakan, pihaknya akan tetap melakukan penyitaan. Namun juga akan melakukan validasi terhadap kepemilikan lahan tanah ini. “Tetap disita. Tapi kami akan validasi lagi secepatnya. Mungkin besok (kamis). Karena rencananya, besok adalah hari terakhir rencana penyitaan semua asset di wilayah Bangkalan”,terang salah satu penyidik KPK sambil berlalu masuk mobil. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy
Editor: Mamad el Shaarawy