Diduga Dana Bos Disunat, Guru Datangi Kantor Kemenag Pamekasan

image

Pamekasan, Maduracorner.com – Sejumlah guru yang tergabung dalam pergerakan guru revolusi indonesia (PGRI) Pamekasan melakukan audensi dengan pejabat kantor Kementerian agama kabupaten pamekasan, Senin (12/01/15)

Mereka mempertanyakan dugaan pemotongan dana bantuan operasional sekolah (BOS) di kementerian agama setempat. Karena menurut informasi yang diterima PGRI, setiap pencairan dana bos dipotong sebesar Rp. 100 ribu.

“Kami juga mempertanyakan tidak cairnya dana sertifikasi guru dari bulan Juli sampai Desember 2014,” kata ketua PGRI, Ahmad Fakih.

Selain mempertanyakan persoalan di atas, mereka juga meminta data guru tidak tetap (GTT) dan duru tetap yayasan (GTY) atau guru Non PNS yang mengajar di lingkungan kementerian agama Kabupaten pamekasan.

Kepala Kemenag Pamekasan, Juhedi membantah jika ada pemotongan dalam pencairan dana bantuan operasional sekolah. Menurutnya itu informasi itu tidak benar, bahkan dia meminta agar melaporkan jika ada temuan pemotongan. “Itu semua bohong dan tidak ada, jika itu ada segera laporkan ke saya,” bantahnya.

Terkait data GTT dan GTY yang diminta PGRI, Juhedi berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan segera memberikan data itu sesuai permintaan PGRI. Namun dia harus mempersiapkan terlebih dahulu data yang diminta tersebut.

Penulis : Fatahillah Kamali                       Editor : Gebril Altsaqib

Email Autoresponder indonesia