Diduga Memotong Dana PSKS, Warga Tiga Dusun Desa Torjunan Laporkan Kades ke Kejari

Warga melaporkan Kepala Desa Torjunan ke Kejari Sampang

Warga melaporkan Kepala Desa Torjunan ke Kejari Sampang

Sampang,Maduracorner.com – Puluhan warga dari tiga Dusun, yakni Dusun berek Sabe, Dusun Laok Leke dan Dusun Senden Desa Torjunan Kecamatan Robetal kabupaten Sampang, mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang, Senin (22/12/2014).

Kedatangan mereka untuk melaporkan Kepala Desa Torjunan, Hadi Purnomo yang diduga telah melakukan pemotongan dana Progam Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

“Seharusnya pendistribusian dana PSKS Rp 400 ribu diterima semua karena itu hak masyarakat, tetapi pihak kepala desa memotongnya Rp 200 ribu. Makanya kami melaporkan ke Kejari Sampang,” jelas salah seorang warga, Moh. Ali.

Menurutnya, pemotongan dana kompensasi kenaikan BBM dipotong oleh Kades setempat dengan dalih untuk pemerataan bagi warga yang tidak terdaftar sebagai penerima dana PSKS yang didistribusikan pada hari sabtu lalu.

Akibatnya, dari data penerima dana PSKS yang awalnya berjumlah 844 Kepala Keluarga (KK) membengkak menjadi 1.688 KK setelah adanya pemerataan.

Menanggapi aduan warga Desa Torjunan itu, Kepala Kejari Sampang Abdullah, menyarankan agar warga melengkapi laporannya dengan surat pernyataan dari warga penerima PSKS yang merasa dipotong.

“Kami tetap membantu tapi lengkapi data – datanya dulu sebagai bukti, kami tidak ingin menerima laporan secara lisan.” terang Abdullah.

Penulis : S Umar Al Farouq
Editor  : Sohib

Email Autoresponder indonesia