Difteri Mengacam Bangkalan, 45 warga terserang Difteri

1009 views

Ancaman Difteri Menghawatirkan                 |   Oleh : A.Shohib

Salah seorang pasien difteri yang di rawat di RSUD syamrabu beberapa waktu lalu-Foto : A.Shohib/MC.com

Salah seorang pasien difteri yang di rawat di RSUD syamrabu beberapa waktu lalu-Foto : A.Shohib/MC.com

 

Maduracorner.com,Bangkalan- penyakit Difteri mengancam kabupaten bangkalan, dalam kurun waktu tahun 2013, 45 orang warga terserang Difteri. Pentakit yang mematikan ini hampir merata di 18 kecamatan. ”Dari 18 Kecamatan, hanya 4 kecamatan yang bisa dikatakan bebas Difteri,” kata Kepala dinas Kesehatan Bangkalan, dr Mohammad Aziz melalui Kabid Pencegahan penyakit dan penyehatan lingkungan (P2PL), Miftahul Arifin, Minggu (31/03).

Dijelaskan dia, 4 kecamatan yang sampai saat ini masih bebas Difteri itu adalah kecamatan Geger, Sepulu, Blega dan kecamatan Labang. “Ancaman penyakit Difteri disini (Bangkalan Red) masih sangat menghawatirkan,” jelas Miftahul Arifin.

Lebih lanjut Miftahul Arifin menjelaskan, pada tahun 2012, jumlah warga bangkalan yang terserang penyakit Difteri sebanyak 69 orang, dari jumlah tersebut 6 orang meninggal dunia. “Padahal dalam sub pin Difteri tahap pertama sudah kita lakukan secara optimal,” terangnya.

Karena ancaman penyakit Difteri di kabupaten Bangkalan ini sangat menghawatirkan kata Miftahul Arifin, Dinas Kesehatan Pemrop jatim akan menggelar sub Pin Difteri tahap dua yang rencananya pencanangan akan dilakukan di bangkalan. “Insya Allah pencanangan Sub pin Difteri tahap dua dinkes Pemrop jatim pada Bulan Mei nanti akan dipusatkan disini,” tuturnya.

Dinkes Pemrop Jatim akan melakukan pencanangan Sub Pin Difteri tahap dua di bangkalan ini imbuh Miftahul Arifin, sebab kabupaten Bangkalan ditengarai daerah endemik difteri. “Ada orang sehat, tapi setelah  di periksa darahnya, ternyata positif difteri, makanya kita tidak main main dengan penyakit difteri ini,” imbuhnya

Padahal  dalam sub Pin tahap pertama, Dinkes Bangkalan telah melakukan outbrik respon. Emunitation (ORE) di daerah yang ada kasus difteri-nya. “Kita harus betul-betul mewaspadai penyakit yang mematikan ini,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Mukaffi Cholil sangat merespon rencana pencanangan sub pin tahap kedua ini. “Memang action seperti ini yang sangat kami harapkan,” kata Mukaffi Cholil

Selain itu imbuh dia, dalam waktu dekat Dewan akan memanggil dinas Kesehatan Bangkalan untuk mengkalrifikasi masalah ancaman Difteri ini. “nanti dinkes akan kita panggil,” katanya.

Ketua Komisi D DPRD bangkalan ini mengharapkan agar masyarakat ikut berpartisipasi dalam sub PIN Difteri tahap dua nanti. (min).

Email Autoresponder indonesia