Dinkes Latih Warga Keamanan Pangan, Agar Bisa Ciptakan Produk Dimasa Pandemi

Bangkalan, Maduracorner.com, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan kembali mengadakan pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) untuk mendorong pelaku usaha agar memiliki izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).

Pelatihan ini dilaksanakan di Aula PKP-RI Bangkalan. Kamis (26/2020). Dan diikuti oleh 70 orang perwakilan dari industri rumah tangga pangan Kabupaten Bangkalan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Ita Kanthi Rahayu menuturkan, Bimtek PKP ditujukan bagi pelaku usaha yang baru pertama kali mengajukan PIRT. Selain itu, produk yang dihasilkan juga wajib memenuhi persyaratan saat diverifikasi lapangan oleh tim validasi PIRT.

“Nantinya, setelah pelaku usaha mengajukan PIRT, ada petugas melakukan pengecakan langsung. Mulai dari bahan baku, tata cara penyimpanan produk, pengolahan, hingga produk siap jual,” paparnya.

Ia menjelaskan, setelah mengikuti pelatihan PKP, pelaku usaha melaksanakan pre test dan post test. Sehingga nanti bisa mendapatkan sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP).

“Setalah mendapakan sertifikat PKP, baru nantinya para pelaku usaha mengajukan permohonan untuk Sertifikat Produksi pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), setelah itu disurvey atau visitasi tempat produksinya. Jika memenuhi persyaratan baru bisa keluar sertifikat produksi PIRT nya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ita mengatakan, meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, para pelaku usaha bisa menciptakan produk-produk baru dimasa pandemi covid-19. Sehingga perekonomiannya tetap stabil dan tetap berjalan.

“Dengan adanya pelatihan ini, bisa bermanfaat, produknya bisa beredar ke tempat yang lebih luas bukan hanya sekedar bertetangga kalau memang sudah ada ijin, nantinya sudah bisa masuk di swalayan dan bisa diekspor ke luar Madura dengan ijin PIRT,” ujarnya.

Ita pun menambahkan, agar dalam proses produksi, untuk tetap menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) serta memperhatikan aspek protokol kesehatan, sehingga pangan yang diproduksi memenuhi persyaratan mutu serta aman dikonsumsi.

“Kita berharap dapat meningkatkan keamanan dan mutu produk PIRT yang beredar sehingga dapat bersaing di pasar modern hingga diluar daerah Madura,” harapnya.

Sementara salah satu peserta, Mutia mengungkapkan, dirinya sangat terbantu dan berterima kasih kepada pemerintah melalui Dinas Kesehat (Dinkes) Bangkalan. Karena sudah menggelar pelatihan Penyuluhan Keamanan Pangan.

“Semoga kedepannya usaha kita ini masih tetap disupport oleh pemerintah, apalagi katanya keuntungan memiliki IPRT ini memudahkan kita untuk promo ke supermarket,” tandasnya. (Ris)

Email Autoresponder indonesia