Dipicu Komentar Media, Kelompok Suporter Madura Nyaris Bersitegang

 

Dipicu Komentar Berita Koran | oleh : krism

Maduracorner.com, Bangkalan-Kabar ketegangan antara dua kelompok suporter Madura, K-Conk Mania dan Taretan Mania ternyata masih berbuntut. Namun ketegangan itu lebih dipicu adanya pro kontra klaim opini terkait nyanyian berbau rasis yang terdengar di stadion kanjuruhan Malang, Rabu pekan lalu. Intinya, terjadi perang bantah di internal kedua kubu supporter. Sebagian membenarkan adanya nyanyian rasis, sedangkan yang lain ngotot itu hanya isu provokatif.

Namun kali ini, ketegangan mulai merembet hingga persoalan pemberitaan salah satu media massa. Menyusul adanya komentar salah satu pentolan Taretan yang dianggap menggiring opini peng-kotak-an suporter Madura. Komentar itulah yang kemudian memantik emosi kelompok K-Conk karena dianggap telah mengerdilkan peran mereka.

“Terus terang hati saya panas ketika mendengar ada komentar dari Ulum (pentolan Taretan Mania) di koran, yang menyebut bahwa suporter resmi PMU adalah Taretan Mania, alasannya karena berhome base di Pamekasan. Lalu K-Conk mania (bangkalan) dan Peccot Mania (Sumenep) ini dianggap apa?” ujar Fathurrahman Said, presiden mabes K-Conk Mania.

Usut punya usut, sambungnya, setelah dihubungi ternyata yang bersangkutan dengan tegas membantah tidak pernah berkomentar seperti yang tertulis di koran. Bahkan untuk membuktikan komentar salah satu koran lokal itu tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan, korwil Taretan Mania, Ulum, mengajak K-Conk untuk mengklarifikasi pemberitaan itu ke redaksi koran tersebut.

“Untung saja saya tidak langsung melancarkan umpatan dan sumpah serapah. Karena ternyata si-Ulum nggak ngomong seperti yang ditulis koran tersebut,” pungkas Jimhur-sapaan akrab Fathurrahman Said.

Sekedar diketahui, hingga Senin (15/4) petang, perwakilan dua kelompok suporter madura yakni K-Conk Mania dan Taretan Mania masih melakukan perundingan di basecamp K-Conk guna membahas polemik suporter. Kabarnya mereka juga berembug untuk mengklarifikasi pemberitaan salah satu media yang dianggap berpotensi memperkeruh kembali hubungan sesama suporter Madura.(krs)

Email Autoresponder indonesia