Diserang Ubur-Ubur Beracun, Hasil Tangkap Nelayan Kwanyar Merosot

 

tampak salah satu nelayan Kwanyar saat memperbaiki perahunya. foto : aryan/mc.com

tampak salah satu nelayan Kwanyar saat memperbaiki perahunya. foto : aryan/mc.com

Jika Tersengat, Korban Bisa Demam Hingga 2 Minggu | Oleh : Aryan

Maduracorner.com,Bangkalan – Sudah hampir 2 minggu ini, omzet tangkapan ikan nelayan Desa Kwanyar Barat Kecamatan Kwanyar menurun drastis. Penurunan hasil tangkap ini dikarenakan adanya gangguan ekosistem di perairan selat madura. Para nelayan ini diserang ribuan ubur – ubur beracun yang memang sering terjadi saat peralihan musim  penghujan.

“Sudah hampir 2 minggu ini, hasil tangkapan nelayan berupa udang dan ikan disini berkurang drastis, akibat diserang ribuan ubur -ubur beracun,” ujar seorang nelayan, Markasip saat ditemui MC.com tengah memperbaiki perahunya yang bocor bersama salah satu rekannya, Matasan, Rabu, (19/2).

Dia kembali menegaskan, serangan ribuan ubur -ubur beracun berwarna putih ini sangat diwaspadai. Selain ukuran yang terbilang cukup besar dengan tentakel yang menyerupai rumbai-rumbai bisa mencapai panjang 50. Keberadaan mereka yang bergerombol bersama ikan tangkap. Karuan saja, saat mengangkat jaring, ribuan ubur-ubur itu juga turut terangkat bercampur ikan dan udang besar. Nah, saat hendak membuang ubur- ubur itulah, para nelayan harus berhati – hati sebab kalau mereka sampai tersengat bisa mengakibatkan gatal-gatal dan rasa panas. Apalagi jika terkena sengatan ubur-ubur beracun dengan ekor kuning  (penduduk lokal menyebut erong), nelayan bisa pingsan dan sakit panas dingin selama 2 minggu.

“Mestinya, hasil tangkap ikan dan udang besar ukuran 15-20 cm bisa mencapai 5 kg. Tapi saat ini, nelayan setempat hanya mampu menghasilkan tangkapan  rata-rata 1 kg,” pungkas Markasip. (yan/krs)

Email Autoresponder indonesia