Dispartanak Pantau Kesehatan Hewan Qurban Di Penjual Ternak Musiman

Pastikan Kesehatan Hewan qurban    | Oleh : A.Shohib

 

tim kesehatan hewan Dispartanak saat melakukan pemeriksaan hewan qurban-foto :ist/MC.com

tim kesehatan hewan Dispartanak saat melakukan pemeriksaan hewan qurban-foto :ist/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan– menjelang hari raya Idul Adha 1433 H, Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispartanak) Kabupaten Bangkalan melakukan pemantaun kesehatan hewan qurban yang dijual para pedagang musiman yang mangkal jalan-jalan protocol dalam kota Bangkalan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat apakah hewan qurban yang dijual pedagang musiman itu layak atau tidak. “Kita ingin mengecek apakah hewan qurban yang diojual itu kelayakan atau tidak untuk fijadikan hewan qurban pada lebaran Idul adha nanti,” kata Puguh Santoso, melalui Kabid Keswan, Kesmas dan Pelayanan Peternakan Hewan, Ahmad Azisun Hamid, Kamis (10/10)

Dijelaskan dia, pemantaun terhadap kesehatan hewan qurban itu dilakukan pada 8 tempat pedagang yang menjual hewan qurban. “Ada  8 titik di dalam kota Bangkalan yang kita pantau, hasilnya semua hewan qurban yang dijual kondisinya sehat, mulai tinggi badan, giginya sudah puel, juga umur hewan semuanya bagus,” jelas Alek panggilan akrabnya Ahmad Azisun Hamid

Lebih lanjut Alek menjelaskan, sapi atau kambing yang bisa dijadikan hewan qurban itu harus sehat, penapilan cerah, cukup gemuk dan tidak cacat. “Juga bulu bersih mengkilap, prilaku lincah, jalannya normalkan dan suhu badan harus dibawah 39 celcius atau tidak dalam keadaan deman,” tuturnya.

Hewan qurban kata Alek, disarankan kalau sapi jangan yang berjenis kelamin betina. “Kalau sapi betina yang dijadikan  hewan qurban nanti bisa mengurangi produktif, makanya kami sarankan agar jangan sapi betina yang dijadikan hewan kita anjurkan ditukar dengan sapi lainnya,” katanya.

Pemantauan terhadap kesehatan hewan qurban ini kata Alek, tidak hanya dilakukan terhadap pedagang hewan qurban musiman, akan tetapi pihkanya akan menurunkan tim kesehatan hewan yang berjumlah 15 orang untuk melakukan pemantauan hewan qurban di masjid dan musholla. “Kayak di masjid dan musholla di kecamatan-kecamatan nanti ada tim kesehatan hewan-nya juga,” pungkas Alek.

Hanafi salah seorang wraga Bangkalan mengaku senang dengan adanya pemantauan kesehatan hewan qurban itu. “Kalau sudah dipantau seperti ini, kami tidak ragu lagi dalam membeli hewan qurban, karena semuanya sudah sehat,” katanya. (min).

Email Autoresponder indonesia