Dituding Tak Berizin, Direktur Hotel Front One Pamekasan Angkat Bicara

Manajamen HFO Pamekasan, menunjukkan berkas perizinan yang sudah lengkap. (FOTO: Nanang)

PAMEKASAN, MADURACORNER.COM- Direktur Hotel Front One (HFO) Pamekasan, Bernatha Brondiva membatah tuduhan Laskar Merah Putih (LMP) yang menyebut tidak mengantongi izin pengembangan pembangunan.

“Semua yang dituduhkan tidak benar. Semua izin seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin prinsip dan sejenisnya sudah lengkap dengan masa berlaku sampai tahun 2020,” tegasnya, Kami (13/12/2018).

Menurutnya, tudingan tidak adanya lahan parkir juga tidak benar. Sebab, tempat parkir kendaraan masih dalam proses pembangunan di lantai bawah. Oleh sebab itu, untuk sementara waktu tempat parkir dialihkan ke samping hotel.

“Bahkan, kami memasang CCTV untuk keamanan kendaraan tamu hotel,” terang Bernantha.

Dia juga mengaku sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan untuk pengelolaan sampah dan membayar distribusi TPS3R sebesar Rp 500 ribu setiap bulan.

“Ruang terbuka hijau juga tersedia dan cukup luas,” ucapnya.

Bernantha memaparkan, kajian dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL–UKL), baru ditetapkan April 2018 lalu yang ditandatangani Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Agus Mulyadi.

“Untuk izin karaoke memang tidak mengajukan, karena kami tidak menyediakan tempat karaoke,” tuturnya.

Bernatha juga menepis tuduhan tidak adanya karyawan hotel dari warga Pamekasan. Dari seluruh jumlah karyawan hotel sebanyak 27 orang, hanya empat orang yang dari luar Pamekasan, termasuk dirinya.

“Sudah jelas kalau karyawan rata-rata orang Pamekasan,” tandasnya. (*)

Penulis: Nanang

Editor: Riyan Mahesa