Dituduh Tukang Santet, Pak Haji di Desa Sanggra Agung Ditebas Celurit

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- H Moh Dahlan (90), warga Kampung Moragung, Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, harus dirawat secara intensif di RSUD Bangkalan. Pak haji ini, menjadi korban pembacokan yang dilakukan Moh Sholeh (19) warga setempat.

Peristiwa mengerikan tersebut, terjadi pada, Senin 7 Mei 2018 kemarin, di Masjid Baiturrohman sekitar pukul 19.00 WIB. Korban diayaniaya oleh tersangka menggunakan celurit. Akibatnya, korban menderita luka parah di bagian pinggul sebelah kanan.

“Tersangka melakukan penganiayaan karena menduga korban sebagai tukang santet. Tersangka dan korban ini masih tetangga,” jelas Kasubag Humas Polres Bangkalan, AKP Bidaruddin, Selasa (8/5/2018).

Sebelum insiden pembacokan itu, tersangka terlebih dahulu menunggu kedatangan korban di halaman masjid. Begitu korban datang, tersangka langsung mendekat dan mengayunkan celurit ke tubuh korban.

Korban yang berlumuran darah akibat sabetan senjata tajam (Sajam) tersebut, berupaya menyelamatkan diri dengan berlari dan masuk ke dalam masjid. Tidak puas sekali dengan sekali tebasan, tersangka berusaha mengejar korban.

“Warga yang ada di lokasi kejadian menghalangi dan meminta celurit tersangka ketika mengejar korban ke dalam masjid,” imbuhnya.

Pasca kejadian penganiayaan itu, anggota Unit Reskrim Polsek Socah memburu tersangka yang melarikan dan bersembunyi di rumah kerabatnya. Tepat pukul 22.00 WIB, atau empat jam setelah insiden pembacokan, tersangka berhasil diamankan.

“Terangka dijerat pasal 351 ayat 2 KUHP dengan hukuman pidana 5 tahun penjara,” tandas Bidaruddin. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Achmad

Email Autoresponder indonesia