Diwarnai Kericuhan, Laga PMU vs Perseru Berakhir Imbang

623 views
image

Rossi Noprihanis di Tengah Kepungan Pemain Perseru Serui

Bangkalan, maduracorner.com – Persepam Madura United (PMU) gagal memenuhi ambisinya untuk mendapat 3 poin saat menjamu Perseru Serui, senin (1/9/2014) sore. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) ini, Laskar Sapeh Kerap ditahan imbang 1-1 oleh tim tamu. Gol Perseru dihasilkan oleh Fernando, sementara PMU berhasil menyamakan lewat kaki Diego Fretes.

Laga ini sebenarnya berjalan menarik sejak awal. Kedua tim saling serang dan ngotot untuk memperoleh poin sempurna. Meski sempat diwarnai beberapa kali aksi protes pemain tim tuan rumah, pertandingan tetap berjalan dengan lancar. Suporter pun terus bernyanyi memberikan dukungan tidak terpengaruh suasana lapangan. Para pemain PMU seringkali protes karena serangkaian keputusan wasit dinilai tidak fair.

Kedua tim nyaris tidak memiliki peluang bersih di depan gawang lawannya. Hal ini karena setiap kali serangan dilancarkan, selalu mentok di masing-masing lini pertahanan lawan. Babak I pun usai dengan kedudukan imbang 0-0.
 
Di babak II, pertandingan mulai memanas. Kedua tim pun mulai lebih terbuka menyerang. Silih berganti mereka meneror pertahanan lawannya. Hal ini bisa disebut partai hidup mati guna menghindari degradasi. Beberapa kali wasit keliru mengambil keputusan. Namun laga masih berjalan dengan normal.

Kondisi berbalik terjadi ketika Perseru unggul lebih dulu pada menit 53. Bermula dari sebuah serangan balik cepat, sebuah umpan crossing bergerak liar di kotak penalti PMU. Pemain yang baru masuk, Fernando tanpa ampun menendang keras dan menjebol gawang PMU yang dikawal Firmansyah. Gol ini mengubah skor menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.

Pasca gol ini, permainan PMU makin terbuka. Mereka nyaris menyerang total serta mengurung pertahanan Perseru. Mereka hanya menyisakan duet centreback Fakhruddin dan Valuta.
 
Namun permainan mulai menjurus keras. Para pemain Perseru yang dikurung, memagari lini pertahanan mereka dengan diselingi benturan kasar. Pada menit 68, Issac Djober jatuh di kotak penati setelah body charge pemain Perseru. Tak ada penalti.
 
Berselang 2 menit, tendangan Slamet Nur Cahyo mengenai tangan salah satu pemain Perseru di dalam kotak penalti. Tidak ada penalti. Tak ayal para pemain PMU memprotes keras wasit Dodi Setia yang kukuh menolak penalti. Suporter pun terpancing. Mereka turun ke lapangan sehingga memaksa pertandingan dihentikan pada menit 70.

Laga kemudian dilanjutkan. Pada sisa pertandingan tersebut, PMU akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat kaki Diego Fretes pada menit 73. Skor pun menjadi imbang 1-1 hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan oleh wasit.

Dengan hasil ini, PMU menempati posisi 9 dengan 23 poin dari 19 kali laga. Mereka menyisakan 1 pertandingan lagi yakni melawan Persipura Jayapura (5/9/2014). Jika ingin bertahan di ISL, mereka minimal harus bisa seri saat menjamu  skuad Mutiara Hitam tersebut. Karena di posisi batas akhir degradasi, yakni peringkat 10 ditempati Perseru dengan poin 20 dari 19 laga. Sementara Persiba Bantul yang ada di peringkat 11, sudah dipastikan bakal degradasi.

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia