Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo Ikuti Training PBL di Belanda 

Dosen Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo, Dr. Rina Yulianti SH., saat mengikuti Training PBL di Belanda.

BANGKALAN, Maduracorner.com, Koordinator Program Studi S1 Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunojoyo, Madura (UTM), Dr. Rina Yulianti SH., MH mewakili Dekan FH UTM, Dr. Safi’ mengikuti kegiatan Program Legal Education, Ethics, and Profesionalism (LEAP) selama hampir dua pekan (6-18 November 2022).

Program yang bernaung di bawah Orange Knowledge Program (OKP) itu juga digelar program symposium serta training metode Problem Based Learning (PBL) di Maastricht University Netherland Belanda.

Kegiatan tersebut diikuti 5 partner diseminasi yaitu Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo, Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, Fakultas Hukum Universitas Haluoleo, Fakultas Hukum Universitas Nusa Cendana, dan Fakultas Hukum Universitas Borneo Tarakan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerjasama antara fakultas hukum Universitas Airlangga dengan fakultas hukum Universitas Maastricht.

Selain itu, diakhir program symposium, juga digelar kegiatan penandatanganan MoU antara Fakultas Hukum UTM dan Fakultas Hukum Maastricht. Penandatanganan MoU tersebut diwakili oleh Koordinator Program Studi S1 Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo, Dr. Rina Yulianti.

Dekan Fakultas Hukum Dr. Safi’ yang saat ini terpilih menjadi rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melalui Koordinator Program Studi S1 Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo mengatakan, Kegiatan symposium telah diselenggarakan pada tanggal 9 November 2022 lalu.

Koordinator Program Studi S1 Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo, Dr. Rina Yulianti SH., melakukan penandatanganan MoU antara Fakultas Hukum UTM dan Fakultas Hukum Maastricht.

“Semua peserta yang terdiri dari partner utama dan partner diseminasi telah mempresentasikan semua capaian hasil kegiatan dihadapan Dekan Maastricht University, Prof. Jan M. Smits dan Coordinator (NL) of the LEAP Project FH Maastricht. Dr. Sascha Hardt, LL.M., dan Coordinator (Indonesia) of the LEAP Project FH Unair, Dr Radian Salman, SH., LL.M.,” ungkapnya.

Rina Yulianti juga menyampaikan, Selama kegiatan berlangsung setiap delegasi universitas tersebut berdiskusi serta mempraktekkan sistem PBL. Di Universitas Maastricht PBL diperlakukan sebagai suatu sistem pembelajaran bukan hanya sekedar metode pembelajaran.

“Selama pengalaman yang kami dapat disana, peserta training diberikan kesempatan untuk mempelajari implementasi dari kebijakan Problem Based Learning (PBL) system yang dimiliki oleh Maastricht University,” ungkap Rina Yulianti sekaligus dosen hukum Universitas Trunojoyo.

Menurut Rina sapaan akrapnya, penerapan system tersebut berkisar pada empat prinsip pembelajaran. Yakni Constructive Education, Learning in a relevant context, collective learning, and Self-directed Education.

Lebih lanjut, kata dia, dengan system sit in dibeberapa kelas di FH Maastricht dan refreshment dalam training yang diselenggarakan pada program ini peserta dapat mengadopsi metode PBL yang memungkinkan untuk dilaksanakan di masing-masing Fakultas Hukum.

“Metode PBL ini nantinya akan mengajarkan pada mahasiswa fakultas hukum beberapa hal. Seperti, mahasiswa benar-benar memahami materi pembelajaran, dan tidak hanya sekedar menghafal, namun mahasiswa dapat berkolaborasi dengan mitra dan tim kecil. Bahkan, mahasiswa harus berfikir kritis untuk memecahkan masalah, belajar dan bekerja secara mandiri, serta merasa nyaman berbicara dihadapan umum,” jelasnya.

Dari hasil kegiatan dengan pihak Maastricht University diperoleh gambaran bahwa PBL sebagai suatu sistem pembelajaran juga harus memperhatikan karakteristik dari keilmuan serta kebijakan yang ada di masing-masing universitas.

“Selama kegiatan di Maastricht University peserta tidak hanya mengikuti symposium dan training PBL tetapi juga diberi kesempatan untuk mengikuti Library and Campus Tour,” pungkas Rina. (Ris)

Pos terkait