DPC PDIP Bangkalan Melayat Pasien PDP Asal Blega Yang Meninggal

1259 views

Bangkalan, maduracorner.com, Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkalan H. Fatkurrahman melayat  kerumah  salah satu pasien PDP yang meninggal di Desa Karang Nangkah, Blega Bangkalan. Ji Kur melayat bersama pengurus DPC PDIP Bangkalan dan As’ad salah satu anggota Komisi B DPRD Bangkalan.

“Karena saya mengikuti dari awal sampai pada akhirnya pasien meninggal dan saya melayat ke rumah pasien,” ungkapnya.

Ji Kur mengatakan, pemakaman jenazah sempat molor sekitar beberapa jam. Akibat penolakan pihak keluarga pasien untuk dimakamkan menggunakan protokol covid-19. Hal itu terjadi karena kesalahpahaman antara keluarga pasien dan tim gugus.

“Kesalahpahaman, warga tiba-tiba panik tadi malam ,” kata Ji Kur sapaan akrabnya saat dihubungi Maduracorner.com. Kamis, (3/6/2020).

Pria yang menjabat sebagai wakil ketua DPRD Bangkalan itu juga menambahkan, Pihak Rumah Sakit memilih untuk lebih berhati-hati dari pada beresiko. Ji Kur mengatakan berdasarkan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid -19 setiap rumah sakit melakukan pemeriksaan covid yang dilakukan oleh petugas kesehatan terhadap pasien.

“Langkah seperti itu semata-mata merupakan tindakan ekstra hati-hati tenaga medis di tengah merebaknya pandemi saat ini,
Dari hasil pemeriksaan rapid test didapatkan hasil reaktif sementara hasil swab test belum dapat diketahui dan masih menunggu dari gugus,” terangnya.

Ji Kur juga mengimbau kepada masyarakat agar mengikuti imbauan pemerintah dan memperhatikan protokol kesehatan atau protokol covid-19.

“Selain itu, kami meminta kepada pemerintah dan gugus tugas agar juga memberikan pemahaman sedetail mungkin kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti yang terjadi saat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemakaman jenazah pasien asal Kecamatan Blega inisial M sempat mendapat penolakan dari pihak keluarga. keluarga pasien menolak hasil rapid tes reaktif covid-19 dan memprotes pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) menggunakan protokol kesehatan. Keluarga menilai pasien  sebelumnya memiliki penyakit bawaan dan tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah. (Ris).

Email Autoresponder indonesia