DPRD Gelar Sidang Paripurna Pansus LKPJ Bupati Sumenep 2018

283 views

SUMENEP, MADURACORNER.COM-DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar sidang paripurna penyampaian laporan panitia khusus (Pansus) DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Sumenep tahun anggaran 2018, Senin (18/3 2019) kemarin.

Juru bicara Pansus LKPJ tahun anggaran 2018, Juhari berharap apa yang dihasilkan Pansus bisa bermanfaat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sumenep di masa mendatang. Karena hasil pembahasan pansus dijadikan rekomendasi kepada Bupati Sumenep untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan.

Pihaknya juga menyampaikan,Pansus telah mempelajari dokumen nota LKPJ akhir tahun anggaran 2018 yang sudah dibacakan Bupati Sumenep pada rapat paripurnasebelumnya.

Pansus juga telahmelakukan kajian internal untuk mengidentifikasi masalah-masalah. Selain itu, Pansus mengundang OPD sesuai identifikasi masalah-masalah untuk dimintai penjelasan. Sehingga Bupati Sumenep bisa segera menindaklanjutinya dengan melakukan pembenahan bahkanpenyempurnaan.

Politisi PPP tersebut merinci pokok-pokok hasil pembahasan Pansus terhadap LKPJ Bupati Sumenep. Dalam hal pendapatan, Pansus menemukan masalah berhubungan tidak tercapainya target kenaikan sebesar 15 persen setiap tahun, sebagaimana amanah RPJMD.

“Setelah mendengar penjelasan dari OPD, Pansus menyimpulkan bahwa memang ada semacam stagnasi inovasi dan kreativitas dalam menggali dan menghidupkan potensi-potensi PAD. Bahkan kami menilai, ada sebuah sikap kepasrahan, tidak mau beranjak dari kebiasaan lama yaitu bersandar pada sumber-sumber PAD yang sama setiap tahunnya baik dari pajak, retribusi, bagi hasil, penyertaan modal dan lainnya,” terang Juhari.

Dalam hal perencanaan, Juhari menilai jika dilakukan dengan baikdan cermat, maka diyakini program bisa menghasilkan nilai yang baik dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat. Ia mencontohkanketidakcermatan perencanaan yang terjadi di Dinas Peternakan. Sesuai data yang disampaikan dalam LKPJ Bupati Sumenep akhir tahunanggaran 2018 bahwa Dinas Peternakan hanya mampu menyerap anggaran 44,6 persen.

Setelah dimintai konfirmasi, Juhari mengaku, Kepala Dinas Peternakan menjawab bahwa anggaran yang tidak terserap itu terletak pada anggaran hibah dan bansos. Anggaran tersebut tidak terserap gara-gara tidak dilengkapi persyaratan administrasi. Pansus menanggapi bahwa permasalahan administrasi adalah alasan klise yang sebenarnya sudah pernah disampaikan pada LKPJ akhir tahun Anggaran 2017.

“Pansus berani menilai, terserapnya anggaran yang cuma 44,6 persen itu adalah disebabkan perencanaan yangkurang matang. Seharusnya jika ada calon penerima hibah atau bansos yang tidak melengkapi persyaratan administrasi, tentunya ditindaklanjuti dengan langkah-langkah agresif, bukan malah menunggu atau bahkan acuh tak acuh. Ini sangat disayangkan. Seharusnya hibah dan bansos itu sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” keluhnya.

Dalam hal infrastruktur, Pansus telah mengangkat masalah infrastruktur laut dalam rapat dengar pendapat dengan OPD-OPD. Bahwa transportasi laut yang baru dibeli tahun 2018, yang kemudian menyandang nama kapal DBS III telah mengalami kondisi kurang sehat kerena ada beberapa fasilitas-fasilitas di dalam kapal yang mengalami penurunan kinerja dan bahkan ada yang rusak. Padahal kapal itu sudah ditunggu lama oleh masyarakat kepulauan.

Terkait insfrastruktur jalan, Pansus menilai bahwa belum ada upaya penentuan skala prioritas dalam pembangunan jalan. Contohnya, jalan akses menuju sekolah-sekolah di desa-desa terpencil dan kepulauan. Sampai sekarang hal itu masih belum mendapatkan perhatian serius. Sehingga murid harus berjalan kaki tanpa sepatu karena kondisi jalan yang tidak representatif.

Sementara insfrastruktur pendidikan, Pansus menilai bahwa masih banyak bangunan gedung sekolah negeri di desa-desa terpencil dan kepulauan yang sudah tidak layak pakai dan dibiarkan.

“Pansus mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep di tahun-tahun berikutnya untuk lebih cepat bergerak dan mengambil tindakan,” tandasnya. (Advertorial)

Penulis: Sai

Editor: Ahmad