Dua Guru Gunakan Ijazah Palsu, Program Sertifikasi Akan Diperketat

image

ilustrasi

Pamekasan, Maduracorner.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan mengambil sikap terkait adanya dua guru sertifikasi asal Pamekasan yang terbukti gunakan ijazah palsu sesuai hasil sidang di PN Surabaya.

Disdik selaku intansi yang bertanggung jawab dalam pengangkatan guru sertifikasi akan memperketat seleksi sertifikasi guru. Salah satunya dengan bekerjasama dengan kopertis untuk verifikasi ijasah.

“Kami akan berkoordinasi dengan kopertis karena mereka yang memiliki kompetensi dan yang mengetahui status perguruan tinggi,” kata Kabid Ketenagaan Disdik Pamekasan, Suryanto, Rabu (18/11/2015).

Bahkan pihaknya sudah berkoordinasi dengan cara berkirim surat untuk meminta data perguruan tinggi yang bermasalah atau yang mengeluarkan ijazah palsu. Namun tak kunjung direspon.

“Kami sudah minta ke kopertis terkait data perguruan tinggi yang tidak terakreditasi tapi belum ada jawaban,” imbuh Suryanto.

Untuk diketahui, dua guru asal Pamekasan masing -masing Adi Suhartono dan Siti Rustantina dinyatakan bersalah oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya karena melanggar pasal 68 ayat 2 UU Sisdiknas.(*)

Penulis : Fatahillah Kamali.         Editor : Altsaqib

Email Autoresponder indonesia