Dua Tersangka Kasus Korupsi PNPM Bakal Dijemput Paksa

615 views

 

Mangkir Panggilan Kejari | oleh : teguh

maduracorner.com, Sumenep – Kasus dugaan korupsi dana bergulir PNPM yang menimpa dua mantan bendahara PNPM Desa Talango, Kecamatan Talango  memasuki babak baru. Kedua tersangka sudah positif dinyatakan sebagai tersangka oleh Kejasakaan Negeri (Kejari) Sumenep pada 19 MAret 2014 lalu.

Sayangnya meski kedua oknum sudah dinyatakan sebagai tersangka, oknum berinisial F dan M tersebut tak kunjung memenuhi panggilan Kejari Sumenep. Atas sikap tidak kooperatifnya, kedua tersangka dana bergulir SPP (Simpan Pinjam khusus Perempuan) itu akan dijemput paksa oleh Kejari setempat.

“Akan kami panggil lagi, jika tidak datang lagi, maka kita akan  jemput paksa terhadap kedua tersangka. Pasalnya kedua tersangka ini tidak memenuhi panggilan kejaksaan. Pasti mereka akan dijemput paksa,” tegas Kasi Pidsus Kejari Sugiyanto kepada MC.

Dia kemudian mengatakan, hingga saat ini tidak mengetahui jelas alasan ketidakhadiran atas pemanggilan kejaksaan. Karena itu, upaya pemanggilan paksa tersangka merupakan jalan terakhir.

Kedua oknum dinyatakan sebagai tersangka setelah memenuhi minimal dua alat bukti yang dianggap cukup. Serta berdasarkan keterangan sebanyak 34 saksi dan alat bukti berupa surat atau dokumen penting lainnya.  Menurut hasil audit internal PNPM Provinsi bersama PNPM Sumenep menunjukkan tersangka berinisial F diduga telah melakukan tindak pidana korupsi sebesar Rp 1 Miliar 52 juta.

“Tersangka F ini merupakan mantan bendahara UPK PNPM Talango,” katanya.

Sementara itu, lanjut Sugiyanto, tersangka berinisial M juga diduga terlibat dalam korupsi dana SPP sebesar Rp 500 juta. Mantan bendahara UPK PNPM Talango ini muncul setelah tersangka keluar sebagai pengurus PNPM. Pasca itu, banyak bermunculan kasus korupsi yang telah menjerat kedua oknum tersebut.

“Tentu kita periksa jika ada oknum lain terlibat. Untuk mengetahui secara pasti kerugian uang negara yang diakibatkan, kita masih menunggu hasil audit BPKP Jatim,” pungkasnya. (tgh/krs)

 

 

Tag: