Dugaan Kecurangan Pemilu di Desa Bator, Bangkalan: Intimidasi dan Pengkondisian Suara Terungkap

BANGKALAN, –
Dalam proses pemilu di Desa Bator, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, muncul dugaan kecurangan yang menggemparkan. Dua belas saksi bersama Mathur Khusairi, seorang calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, melaporkan kejadian tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangkalan, Kamis (15/02/2024).

Menurut Mathur, awalnya proses pencoblosan berjalan lancar hingga adanya intervensi dari oknum kepala desa. Mereka melakukan intimidasi dan ancaman verbal terhadap saksi yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS) desa tersebut.

“Ada orang yang mengaku sebagai kepala desa yang memberikan intimidasi kepada saksi. Mereka bahkan meminta agar tidak mengikuti instruksi dari saya dan melakukan rekapitulasi tanpa melakukan penghitungan suara,” ungkap Mathur.

Mathur juga menyebut bahwa tidak ada proses penghitungan suara di TPS-TPS desa tersebut, termasuk untuk Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten. Ini diduga atas perintah dari oknum kepala desa yang melakukan intervensi.

Dalam laporannya, Mathur juga menyertakan bukti berupa Formulir C-1 yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah suara yang dihasilkan dengan jumlah yang seharusnya. Hal ini menunjukkan adanya pengkondisian suara tanpa melakukan penghitungan yang sebenarnya.

Ketua Bawaslu Bangkalan, Mustain Saleh, menyatakan bahwa pihaknya akan mempelajari laporan tersebut lebih lanjut sebelum mengambil langkah selanjutnya.

“Iya nanti kami pelajari dulu laporannya apa saja,” Kata Mustain singkat.

Peristiwa ini menjadi sorotan serius karena menyangkut integritas dan keabsahan proses demokrasi di tingkat desa. Publik menantikan tindak lanjut dari pihak berwenang untuk memastikan keadilan dalam proses pemilu. (San)

Pos terkait