Fakta Kemuliaan Gaza di Palestina

3140 views
Brigade Izzuddin Al Qasam (sayap militer HAMAS)

Brigade Izzuddin Al Qasam (sayap militer HAMAS)

Wilayah Para Mujahid Mulia | Oleh Mamad el Shaarawy

maduracorner.com, Bangkalan – Wilayah Gaza di Palestina kembali bergelok. Gempuran artileri dan serangan udara tentara Zionis Israel meluluh lantakkan daerah yang dikendalikan para pejuang
Harakat Al Muqawwatul Al Islamiyah (HAMAS) yang secara harfiyah diartikan sebagai Gerakan Pertahanan Islam. Militan HAMAS inilah yang mengendalikan penuh wilayah Gaza. Sementara wilayah territorial Palestina lainnya yakni Tepi Barat dikendalikan gerakan Fatah.

Jika dibandingkan wilayah lain, Gaza merupakan daerah yang paling sering mendapat serangan brutal Zionis Israel. Salah satu penyebabnya adalah keberadaan pejuang militan HAMAS yang memang secara konsisten berada di garda terdepan memperjuangkan Palestina melawan pendudukan tentara Israel.

Maka wajar kemudian, Gaza disebut sebagai salah satu medan jihad di dunia saat ini. Selain sebagai tempat para mujahidien mencari jalan untuk syahid, Gaza memang sangat istimewa. Apa saja keistimewaan atau kemuliaan Gaza? Berikut fakta tentang Gaza sebagaimana yang kami himpun dari berbagai sumber:

1). Warga negara asing yang disegani oleh penduduk Gaza adalah warga negara Indonesia. Selain karena Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, juga karena Indonesia selalu memberikan dukungan moriil. Hal ini jika dibandingkan dengan negara lain baik negara di Timur Tengah lain sekalipun. Itulah mengapa nama Indonesia begitu istimewa di mata warga Gaza.

2). Yang mencengangkan, anak-anak di Gaza tidak ada memiliki trauma sedikitpun meski mereka tinggal di area konflik tersebut. Selain karena sudah terbiasa dengan dentuman bom dan mortar, suasana jihad di sekeliling turut membentuk karakter tangguh sejak kecil

3). Penelitian lain menyebutkan, rata-rata warga Gaza sangat terdidik yakni berpendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi. Baik universitas di Palestina maupun di luar negeri.

4). Catatan relawan Indonesia yang pernah kesana menyebutkan, lembaga yang menampung orang cacat akibat perang, para penghuninya tidak ada yang murung atau bermuram durja. Mereka meyakini bagian tubuh mereka yang tidak ada telah mendahului mereka ke Surga.

5). Rata-rata masyarakatnya adalah hafidz Al Qur’an. Itulah kenapa, bagi pemuda Gaza yang hendak masuk/mendaftarkan diri menjadi Brigade Izzuddin Al Qasam (sayap militer HAMAS), dia harus Hafidz 30 juz. Alias harus hafal Al Qur’an!

6). Catatan lain relawan Indonesia adalah, rata-rata ibu-ibu Palestina di Gaza tidak akan tidur sebelum membaca 3 juz Al Qur’an dalam 1 hari.

7). Setiap anak kecil Palestina di Gaza jika ditanya mengenai keinginan mereka saat dewasa kelak, mereka bercita-cita ingin menjadi bagian dari Brigade Izzuddin Al Qassam dan syahid di jalan Allah.

9). Sebagian syarat masuk atau mendaftar ke Brigade Izzuddin Al Qassam adalah:
a) Pemuda Palestina tersebut harus hafal Al Qur’an 30 Juz.
b) Dia juga harus mendapat rekomendasi dari Imam masjid dimana dia tinggal bahwa dia istiqomah berjamaah sholat subuh setidaknya minimal selama 3 bulan.
c) Dia juga mendapat rekomendasi dari sang imam masjid bahwa pemuda tersebut tidak pernah minum-minuman keras dan tidak merokok.Dari persyaratan ini bisa dibayangkan betapa mulianya personil Brigade Izzuddin Al Qassam, sayap militer HAMAS penentang Israel. Maka wajar mereka selalu dielu-elukan penduduk Palestina utamanya di Gaza.

10). Yang mencengangkan adalah catatan statistic kependudukan yang dirilis bahwa angka kelahiran selalu sama dengan atau lebih besar dari angka kematian penduduk Gaza.

Mungkin inilah penyebabnya Gaza selalu dikatakan sebagai ‘tanah yang takkan kekurangan pejuang’.

11). Sebagian dari warga dunia mengira rakyat Palestina memperjuangkan ‘tanah kelahiran mereka’. Padahal nyatanya jika ditanya tentang hal tersebut, warga Gaza selalu menjawab: “Kami disini memperjuangkan tanah yang memang ditakdirkan untuk umat Islam. Hanya saja karena kami-lah yang ditakdirkan untuk lahir disini, makan kami-lah yang berkewajiban untuk melindungi tanah umat Islam ini’.

12). Anda mungkin tidak mengetahui bahwasanya di Palestina termasuk Gaza, para petani kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Bisa dimaklumi mungkin karena perang berkelanjutan selama puluhan tahun. Namun ternyata, tanah pertanian di Gaza selalu subur untuk ditanami. Sebagian para ulama mengatakan, “Insyaallah, tanah/ bumi akan kian subur apabila disirami darah para Syuhada. Subhanallaah!

Semoga fakta akan kemuliaan bumi Palestina terutama Gaza ini menambah keyakinan kita akan kekuasaan Allah SWT. Aamin! (mad)

Email Autoresponder indonesia