Fenomena Air Laut Tak Menyatu di Bawah Jembatan Suramadu, Begini Penjelasannya

Halocline di Jembatan Suramadu. (FOTO: Google)

SURABAYA, MADURACORNER.COM– Jagad maya dihebohkan oleh sebuah video yang direkam seorang pengendara motor dari atas Jembatan Suramadu. Video berdurasi 29 detik itu, memperlihatkan air laut yang berbeda warna dan tidak menyatu.

Fenomena air laut berbeda warna dan tampak terpisah di perairan Selat Madura begitu viral di media sosial belakamhan ini. Bahkan, postingan yang diunggah pada, Selasa 19 Maret 2019 itu, dikait-kaitkan dengan hal yang bersifat mistis.

Kasubdiv Humas Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS), Faisal Yasir Arifin, mengatakan fenomena itu disebut Halocline dan sudah biasa terjadi.Seperti di Selat Gibraltar, yakni pertemuan air dari Laut Atlantik dan air dari Mediterania.

“Lama terjadinya bisa berhari-hari, bisa semalam saja. Tidak pasti. Tergantung arus lautnya. Jadi tidak ada kaitannya dengan hal mistis” ujarnya, Rabu (19/3/2019).

Fenomena alam ini kata Faisal, terjadi akibat pertemuan dua jenis massa air dari sisi timur dan barat Pulau Madura yang densitasnya berbeda antara suhu, kadar garam, dan kerapatan airnya, sehingga tidak bisa menyatu.

“Halocline terjadi karena perbedaan densitas air laut yang ekstrem antara air laut di dekat garis pantai dengan air laut di daerah yang lebih dalam,” ucapnya.

Lebih jauh Faisal menjelaskan,
Halocline yang di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, karena ada muara sungai yang mengarah langsung ke laut. Saat air laut surut, air dari muara sungai dipompa menuju ke laut. Pertemuan arus keduanya membentuk buih-buih batas.

“Fenomena ini terlihat lebih memanjang hingga ke Sampang. Kemarin lebih panjang hingga ke sampang, atau sekitar 60 kilometer dari sini (Suramadu),” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad