FKMG dan PMK Serukan Stop Ancaman, Kekerasan dan Teror Terhadap Aktivis di Bangkalan 

Mahasiswa saat aksi turun jalan

Mahasiswa saat aksi turun jalan

Bangkalan,Maduracorner.com-Puluhan mahasiswa yang menamakan diri dari Persatuan Mahasiswa Kokop (PMK) dan Forum Komunikasi Mahasiswa Geger (FKMG) menggelar aksi unjuk rasa damai didepan Mapolres Bangkalan. Mereka mendesak agar Kapolres Bangkalan bisa menstop ancaman, kekerasan dan teror terhadap para aktivis di Kabupaten Bangkalan. Juga polisi secepatnya mengungkap kasus penembakan salah satu aktivis, Mathur Husairi yang terjadi belum lama ini.”Kami mendesak Kapolres Bangkalan menstop teror, ancaman dan kekerasan terhadap para aktivis di Kabupaten Bangkalan. Termasuk secepatnya mengungkap kasus penembakan salah satu aktivis, Mathur Husairi yang belum lama terjadi. Bisa diungkap siapa pelaku sesungguhnya,” ujar korlap aksi FMKG, Syarif, Senin, (26/1/2015).

Dijelaskan dia, mahasiswa meminta kasus Mathur Husairi secepatnya diungkap.  Karena kasus kekerasan, ancaman dan teror terhadap aktivis di Bangkalan pada tahun-tahun sebelumnya hingga kini belum juga belum terungkap. Oleh sebab itu mahasiswa PMK dan PMKG minta Polres Bangkalan tidak  hanya suka  menebar janji-janji, Mahasiswa butuh bukti dan hingga kini belum juga ada kepastian siapa pelaku penembakan Mathur Husairi. “Bila dalam waktu 7×24 jam, belum mampu diungkap kasus penembakan itu. Kami akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi,” tukas Syarif.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Soelistiyono mengatakan bahwa penyelidikan yang tengah dilakukan Polres Bangkalan terkait dengan kasus kasus penembakan Mathur Khuzairi. Saat ini di back-up Polda Jatim juga dari Bareskrim Polri Bangkalan. “Proses penyelidikan soal kasus penembakan Mathur Khuzairi tidak main-main hingga pelakunya ditemukan. Kami berharap Mathur sembuh sehingga bisa membantu Polres Bangkalan untuk membuka kasusnya lebih benderang lagi,” pungkasnya.

Penulis : Aryan
Editor  : Sohib

Email Autoresponder indonesia