Gagal Audensi, GP4 Tuding Dewan Lindungi Terduga Korupsi

581 views

Ancam melakukan aksi unjuk rasa | Oleh : Mustofa El Abdy

Maduracorner.com, Pamekasan – Aktivis Gerakan Pemuda Pelopor Perubahan Pamekasan (GP4) mengaku kecewa dengan sikap Pimpinan DPRD Pamekasan yang menggagalkan rencana audensi yang hendak dilakukan oleh Aktivis GP4. Pasalnya sebelumnya surat pemberitahuan audensi sudah dilayangkan ke Dewan.

Ketua Umum GP4, Fery Hermawan menduga gagalnya audensi tersebut sebagai bentuk perlidungan ketua DPRD Pamekasan kepada oknum anggota DPRD Pamekasan yang diduga terlibat dalam korupsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bindang Pasean Pamekasan.

“Kami menduga kalau gagalnya audensi ini memang diseting oleh ketua dewan untuk bagaimana tidak terjadi audensi dan ini ada indikasi melindungi oknum DPRD yang terjangkit persoalan kasus tindak pidana korupsi,” tegasnya, Jumat (6/6).

Bahkan dia kecewa dengan alasan dewan yang menyebutkan adanya kesalahan pada surat. Padahal kalau memang ada kesalahan, seharusnya surat tersebut tidak diterima oleh sekretariat. Fery mengancam akan melakukan aksi sebab audensi yang hendak mereka lakukan tidak mendapatkan sambutan positif.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin membantah tudingan mahasiswa tersebut. Bahkan dia bersumpah tidak pernah melindungi siapapun termasuk oknum anggota DPRD Pamekasan. Dia menuding aktivis terlalu berburuk sangka.

“Itu namanya berburuk sangka. Padahal kami DPRD tidak pernah punya niatan seperti itu,” sanggahnya.

Halili menegaskan surat yang masuk baru hari Rabu (4/6) lalu dan baru ditandatanganinya Kamis (5/6) baru ditindaklanjuti kepada komisi terkait. Menurutnya pihak sekretariatan butuh waktu untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan komisi terkait.

“Kan butuh proses dan komisi terkait punya aktivitas lain yang agendanya lebih dulu dari agenda yang dinginkan oleh mereka, jangan kemudian menuduh kami melindungi mereka. Saya bersumpah demi Allah tidak melindungi” tambahnya.(top/lam)

Email Autoresponder indonesia