Gelapkan 150 Sertifikat Tanah, Notaris dan Mantan Pejabat BPN Dibui

Mantan Pejabat BPN Ditahan-foto: A Shohib/MC.com

Mantan Pejabat BPN Ditahan-foto: A Shohib/MC.com

Raup keuntungan Rp 13,5 Milyar I Oleh : A.Shohib

Maduracorner.com, Bangkalan– gara-gara melakukan penggelapan terhadap 150 sertifikat tanah milik masyarakat di kabupaten Bangkalan, mantan Pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bangkalan, Har (50) warga kelurahan Kraton Bangkalan, satu orang Notaris, Irw (45) warga Bangkalan dan Warga keturunan China, Kuc (50) warga Surabaya dijebloskan ke tahanan Mapolres Bangkalan. Ketiga orang tersangka tersebut diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan ratusan sertifikat tanah dengan meraup keuntungan puluhan Milyar rupiah.

Kapolres Bangkalan, AKBP Soelistijono melalui Kasubag humas Polres Bangkalan, Iptu Rivai menjelaskan, kasus penipuan dan penggelapan itu terjadi pada tahun 2008 hingga 2009. “Modusnya Kuc ini menawarkan kredit lunak dengan jaminan sertifikat,” terang Rivai.

Namun kata Rivai, ternyata sertifikat yang ddibuat jaminan itu, dengan tersangka Kuc, di balik nama tanpa sepengetahuan pemiliknya. “Tersangka dalam melakukan balik nama sertifikat ini tanpa menghadirkan pemiliknya, sertifikat-sertifikat itu dibalik nama atas nama keluarganya, kemudian sertifikat itu dijadikan agunan ke bank,” jelasnya.

Lebih lanjut Rivai menjelaskan, ratusan sertifikat yang sudah dibalik nama dan dijadikan agunan ke bank itu milik masyarakat yang tersebar di 15 kecamatan di kabupaten Bangkalan. “Tersangka Kuc meminjam uang ke bank sabesar Rp 13,5 Milyar, padahal masyarakat pinjam ke dia antara Rp 10 hingga Rp 15 juta, dengan jangka waktu 2 tahun, namun ketika peminjam mau menebus dan mengambil sertifikatnya ternyata tidak bisa,” kata Rivai.

Dikatakan Rivai, dari tiga tersangka tersebut polisi baru menahan 2 orang tersangka saja yaitu mantan Pengawai BPN dan warga keturunan, sementara. Untuk Notaris Irw belum ditahan karena sakit. “‘KIta jerat para tersangka dengan pasal 378 KHUP tentang penipuan yunto pasal 65 ayat 1, kemuddian pasal 372 KUHP penggelapan, ancaman maksimal 6 tahun penjara,” tuturnya.

Terpisah Kepala BPN Bangkalan, Winarto, ketika dikinfirmasi membenarkan jika har sudah diberhentikan dari BPN Bangkalan sejak pertengahan tahun 2013 lalu. “Pemberhetntian terhadap yang bersangkutan bukan karena terkait kasus penipuan dan penggelapan ini, tapi kasus lain. Dia kita berhentikan karena menyalahgunakan wewenang sebagai aparat BPN jabatan terakhirnya adalah Kasi pengendalian dan pemberdayaan,” pungkasnya.(shb)

Email Autoresponder indonesia