Gruduk BRI Bangkalan, Massa Tulis Spanduk Bank Itu Tempat Menyimpan Uang Bukan Menyimpan Kebohongan

Maduracorner.com – Bangkalan, Sejumlah Massa Gruduk Kantor BRI cabang Bangkalan mempertanyakan penyaluran PKH dan BPNT yang diduga terjadi kongkalikong data penerima oleh pihak yang berwenang.

Puluhan massa itu juga mempertanyakan apakah BRI Bangkalan sebagai penyalur benar – benar melaksanakan aktivasi, validasi dan distribusi kartu ATM (Kit Kartu Kombo) kepada masyarakat miskin yang berhak menerima.

Massa yang dinahkodai Badan Peneliti Independent Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bangkalan itu juga meminta BRI Bangkalan untuk membuka data gagal buka rekening kolektif (burekol).

“Kami meminta keterbukaan data PKH tahap 1 sampai 4 tahun 2018 dan 2019 yang sudah difinalisasi,” kata Kordinator Aksi Yudika, Rabu, (4/9/2019).

Menurutnya, pihak berwenang penyelenggara PKH di Kabupaten Bangkalan diduga melakukan kongkalingkong. karna data penerima PKH bulan Mei 2019 sebanyak 71.058 orang dan bulan September secara derastis berubah menjadi 61.353 penerima PKH. Pihaknya mempertanyakan pencairan penerima PKH selama 4 bulan dicairkan kepada siapa?.

“Print Out nilai nominal setiap KPM bantuan PKH dan meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas kepada oknum penyalahgunaan wewenang dan tupoksi pelaksanaan BPNT dan PKH,” terangnya.

Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Bangkalan Sudono, saat menemui massa aksi meminta kesempatan kepada masyarakat agar pihak BRI melaksanakan tugas dengan baik dan lancar.

Karna menurutnya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan perihal perbaikan data untuk dikirimkan ke Kemensos.

Pihaknya juga mengaku masih banyak data yang harus diperbaiki sehingga pihaknya meminta kepada masyarakat agar diberikan waktu menyelesaikan.

“Jadi kalau adanya aksi seperti ini bisa jadi teman teman yang bekerja bisa terganggu. Sekali lagi kami memohon dikasih kesempatan kepada TKSK, pendamping dilapangan, petugas BRI dan sebagainya,” ujarnya.

Ia juga mengataka pihak BRI sifatnya menunggu dan mempersiapkan buku tabungan, kartu ATM dan E – Warung.

“E-Warung realisasinya sudah siap dan buku tabungan juga sudah siap namun sampai saat ini masih ada data -data yang tidak valid sehingga perlu perbaikan yang dilakukan oleh Dinsos Bangkalan,” terangnya.

Sementara perihal permintaan massa aksi terkait data gagal burekol. Pihaknya mengilah tidak berhak memberitahukan. Karna menurutnya, itu adalah bukan wewenangnya.

“Saya terus terang tidak berani karna saya tidak ada kewenangan. Kalau kemensos bilang kita harua berhenti realisasi tanggal sekian maka kita harus berhenti. Setelah berhenti lalu kita laporkan dan ada pemeriksan dari Kemensos,” pungkasnya (tkn).