Habib Sholeh sesalkan Polisi Yang Terkesan Lamban

841 views

Bangkalan,Maduracorner.com– Habib Sholeh Alatas (37) warga Dusun Lok Plok Desa Trogan Kecamatan Klampis yang menjadi korban penggelapan sangat menyesalkan sikap polisi yang terkesan lamban dalam menindak lanjuti kasus yang dialporkan, padahal mantan Kades Tobeddung kecamatan Klampis Abd Aziz dan anaknya  Malik Amrullah (26) statusnya sudah tersangka, namun Polres Bangkalan tak kunjung menjebloskan dua orang tersangka kasus penggelapan itu. “Saya sebagai korban dari kasus penipuan ini, sangat geram dan kecewa terhadap kinerja Polres Bangkalan. Sampai saai ini kedua tersangka tidak ditahan dan masih bebas berkeliaran di luaran,” kata Habib Sholeh Alatas, Kamis (16/10/2014).

Apalagi kata Habib, kasus ini berjalan sangat lamban dan terdapat indikasi permainan dalam kasus tersebut. laporan kasus itu telah masuk ke meja penyidik sejak 26 Juli waktu lalu. Sampai saat ini, tidak ada perkembangan yang mengembirakan justru membuat semakin resah. Petugas kepolisian selalu memberikan alasan melakukan pengembangan penyidikan. Namun, dari hasil pengembangan itu tidak juga  melakukan penahanan.

“Dalam surat yang saya terima nomor B/79.b/X/2014/ Satreskrim perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka. Alasan kepolisian tidak menahan itu apa?,” keluhnya.

Menurut Habib, sebagai aparat penegak hukum seharusnya bersikap tegas  dan serius dalam menangani suatu perkara. Kasus sekecil ini saja membutuhkan waktu yang cukup lama. Bagaimana dengan kasus-kasus yang lebih besar. Dengan demikin, lambannya dalam proses ini menimbulkan kesan negatif terkait profesionalisme kerja aparat kepolisian.

“Penegakan hukum dalam artian sebagai panglima untuk meneggakan keadilan jangan sampai tebang pilih. Saya khawatir ada permainan di dalam sehingga membuat penganana kasus ini berlarut-larut,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Bangkalan, AKBP Sulistyono melalui Kasat Reskrim, AKP Andy Purnomo membantah jika dikatakan lamban menangani kasus penipuan tersebut.Andy beralasan kasus tersebut masih dalam tahap proses penyidikan lanjutan.

“Kita tidak melakukan penahanan terhadap tersangka. Sebab, tugas penyidik melengkapi berkas dan melakukan kordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menuntasakan perkaranya,” kata  Andy berkelit.

Penulis : Anto
Editor.  : Sohib

Posted from WordPress for Android

Email Autoresponder indonesia