Hadiri Kirab Budaya, Menteri PDT Naik Reog Singo Dwijo Manduro Galis

Penghormatan Masyarakat Bangkalan Kepada Men-PDT | Oleh : Aryan

Menteri Pembangunan Desa Tertinggal A. Helmy Faishal Zaini saat naik Reog Singo Dwijo Manduro-foto : Aryan/MC.com.

Menteri Pembangunan Desa Tertinggal A. Helmy Faishal Zaini saat naik Reog Singo Dwijo Manduro-foto : Aryan/MC.com.

Maduracorner.com,Bangkalan– Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) A Helmy Faishal Zaini mendapat kehormatan naik reog Singo Dwijo Manduro dari Kecamatan Galis dalam kirab Budaya peringatan Hari Jadi Bangkalan ke – 482. Saat naik ke atas Reog Singo Dwijo Mandoro Men-PDT naik dengan santai seraya melambaikan tangan kepada ratusan warga yang menonton acara tersebut.

“Awalnya reog merupakan kesenian tradisional khas daerah Ponorogo Jatim, namun sekarang telah berkembang ke seluruh nusantara termasuk di pulau Madura. Sedangkan latar belakang berkembangnya Reog di Kecamatan Galis ini diinspirasi oleh para guru SD Inpres yang berasal dari Jatim pada tahun 80-an untuk mengusir rasa rindu keluarga di rantau sekaligus ingin melestarikan budaya nasional,” terang Camat Galis, Budiono, Kamis,(24/10).

Dijelaskan dia, dalam kesenian tradisional Reog selalu disertai kelompok penari Jatilan yang gagah dan satria, selain itu juga ada warok sebagai sesepuh yang sakti dengan senjata khasnya berupa tali atau disebut juga kolor. Sementara tetabuhan yang mengiringi terdiri dari irama perpaduan yang berlainan antara suara kendang, kempul, dan dua kenong yang berirama pelog serta selompret atau seronen yang berirama selendro. Sehingga bisa menghasilkan irama musik yang berkesan magis dan membakar semangat.

“Tokoh utama Reog ini adalah Singo Barong sedangkan penari dan pembawa Singo Barong dikenal kuat dan mengerti cara memainkannya. Sedangkan Bujang Ganong adalah penari yang memakai topeng dan dapat menari dengan lincah,” pungkas Budiono. (yan/min).