Harga Tembakau di Sumenep Tak Memihak Petani, Ini Penyebabnya

Proses perajangan tembakau yang dilakukan petani di Kabupaten Semenep. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM- Harga tembakau di Kabupaten Sumenep tak kunjung memihak kepada para petani. Setidaknya, ada tiga permasalahan klasik yang menyebabkan petani tembakau selalu merasa dirugikan.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam mengungkapkan, masalah pertama terkait mata rantai proses distribusi tembakau. Selama ini, pabrik membeli tembakau tidak langsung kepada petani namun melalui bandol.

“Mata rantai semacam ini harus diputus agar harga tembakau memihak kepada petani,” terangnya, Sabtu (4/8/2018).

Masalah kedua kata Nurus Salam, pabrik tembakau tidak memberi kuasa pembelian di Kabupaten Sumenep, melainkan di Kabupaten Pamekasan yang memiliki kuasa pembelian.

“Ketika kuasa pembelian ada di daerah lain, maka perputaran ekonomi juga ada di daerah lain,” imbuhnya.

Menurutnya, masalah ketiga yakni belum tersedianya payung hukum terkait tata niaga tembakau yang memihak petani. Kejelasan payung hukum ini, sangat dibutuhkan agar harga tembakau bisa menguntungkan.

“Kami juga meminta pabrik untuk menentukan harga beli sejak awal, karena kami tidak mau petani selalu dikhawatirkan ketidakpastian harga,” ujar Nurus Salam.

Politikus Gerindra tersebut manambahkan, kedepan harus dibangun sistem kerjasama antara pabrik dengan pamerintah daerah.Tujuannya, untuk memberikan pemberdayaan kepada petani.

“Kami harap setiap pabrik memiliki daerah binaan di Sumenep, agar petani terjamin, baik dari segi modal maupun harga jual,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa