Idap Penyakit Kanker Kelamin, Bocah 9 Tahun Butuh Biaya Pengobatan

Bangkalan, Maduracorner.com, Ahmad Wildan bocah 9 tahun asal Desa Pakaan Dajah, Kecamatam Galis, menderita penyakit kanker penis yang membutuhkan biaya pengobatan dan uluran kasih para dermawan.

Wildan yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD), merupakan putra dari Bapak Muhammad Toil.

Sedangkan Muhammad Toil sehari-harinya hanya mengandalkan hasil bekerjanya menjadi tukang cukur rambut. Sementara, ibu Wildan meninggalkannya sejak sakit tumor.

Kondisi bagian penis Wildan tampak jelas terlihat benjolan sebesar bola sehingga tak bisa bergerak layaknya bocah seusianya. Kesehariannya, hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Ayah Wildan hanya berserah kepada Yang Maha Kuasa agar dapat disembuhkan penyakit anaknya. Terlebih lagi, keluarga ini tidak memiliki biaya untuk biaya berobat di rumah sakit.

Penyakit yang diderita Wildan kurang lebih delapan bulan. Selama empat bulan terakhir penyakit yang bersarang di area penis itu semakin parah dan timbul benjolan semakin membesar.

“Pernah kami membawa anak saya ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Tetapi kami tidak sanggup lantaran biayanya terlalu besar,” kata Toil kepada Maduracorner.com. Kamis (20/8/2020).

Ia juga mengatakan, selama empat bulan terakhir, pengobatan anaknya dilakukan secara tradisional. Namun, tetap saja tidak sembuh. Bahkan kondisi putra kesayanganya itu kian mengkhawatirkan.

“Karena penyakit anak saya semakin parah kami sempat membawanya kembali kerumah sakit RSUD Bangkalan, Rabu, (19/8) kemarin.” terangnya.

Selama di Intalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan, pasien sempat dibiarkan. Kemudian dari IGD dialihkan ke Poli dan sempat infus.

“Kemudian dari Poli kami diberikan surat rujuk ke Rumah Sakit dr. Soetomo. Setelah itu kami berangkat ke RSUD. Dr. Soetomo,”tuturnya.

Tak hanya sampai disitu, sesampai di RS. Soetomo Surabaya, surat rujukan dari Poli RSUD Bangkalan tidak bisa digunakan di Unit Gawat Darurat (UGD).

“Sehingga kami mendaftar secara umum disana mas, anak saya hanya diobati, dan diberikan resep obat. Kemudian disuruh pulang, hari senin depan disuruh kembali lagi ke RSUD. Soetomo,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Bangkalan, Dr. Farhat mengaku akan memfasilitasi pasien di RSUD Bangkalan terlebih dahulu.

“Nanti kalau memang RSUD Bangkalan tidak mampu maka akan kami rujuk ke Poli RSUD Dr. Soetomo. Namun sebenarnya itu harus ke poli. Namun untuk sementara kami rawat terlebih dulu disini,” terangnya.

Sedangkan untuk pembiayaan, kata Farhat, pembiayaan pasien akan tetap ditanggung oleh pemerintah daerah melalui Biakesmaskin Jawa Timur.

“Jadi Pemda akan tetap membantu baik fasilitas maupun pembiayaan,” pungkasnya.

Kini, kelurganya berharap ada dermawan yang ikut membantu meringankan biaya pengobatan anaknya. (Ris)

Bagi donatur yang terketuk membantu Ahmad Wildan dan keluarganya, bisa mengirim donasi ke Nur Anisa / Mudahri Mulyanto.
Nomer Rekening Bank BCA 1851518750 / 1851518741.
Telpon 087752591973, 087701859333.

Email Autoresponder indonesia