Il Phenomenon Garuda Jaya. Ini Generasi Baru, Bung! (Bagian II)

Mental Petarung Anak-Anak Ndeso | Oleh Mamad el Shaarawy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maduracorner.com, Bangkalan– Il Phenomenon memang pantas disematkan untuk Timnas Indonesia U-19. Tim yang dijuluki Garuda Jaya ini mampu membangkitkan kembali antusiasme dan optimisme pencinta bola nasional akan masa depan Tim Nasional Indonesia. Perasaan ini wajar mengemuka melihat sosok dibalik kesuksesan anak-anak muda Indonesia tersebut, Coach Indra Sjafrie.

Mantan pemain PSP Padang tahun 1980-an tersebut bisa dibilang langka di jaman sepakbola Indonesia seperti sekarang. Sebagai pelatih tim nasional, ia menabrak pakem yang jamak dilakukan pelatih timnas lainnya.

Jika pelatih lain hanya bisa menerima pemain yang ada, bahkan muncul istilah pemain timnas titipan, Indra Sjafrie tidak menggunakan cara-cara tersebut. Sejak dipercaya memegang Timnas U-17 pada tahun 2011, ia rela blusukan ke pelosok Indonesia. Tujuannya hanya satu, mencari pemain yang layak dan pantas masuk tim nasional!

Berbagai sudut Indonesia ia kunjungi. Bahkan ke tempat-tempat yang selama ini tidak tersentuh aroma sepakbola nasional sekalipun. Termasuk pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari tempat ini, Indra Sjafrie menemukan Yabes Roni Malaifani. Pemain yang mencetak satu gol ke gawang Filipina di laga kedua Kualifikasi Grup G Piala Asia U-19 tersebut, merupakan pemain pertama asal NTT.

Saat melihat debut Yabes, semua rakyat Indonesia sepakat bahwa anak ini punya talenta bagus. Skill individu yang dipadu dengan kelincahan dan kecepatannya membuatnya layak masuk skuad tim nasional. Kita tidak bisa bayangkan, andai saja Indra Sjafrie tidak turun langsung ke daerah, anak pedalaman macam Yabes dan lainnya bisa jadi hanya akan menjadi bakat tak terpakai.

Hasilnya pun secara perlahan mulai kelihatan dengan jelas. Selama 3 tahun memegang tim, Indra Sjafrie membawa skuad wong ndeso tersebut mempersembahkan 3 gelar sekaligus. Yakni juara turnamen internasional HKFA 2012, Juara HKFA 2013 dan Juara Piala AFF 2013.Yang terbaru dan paling membanggakan tentu saja mengalahkan Timnas Korea Selatan U-19, sabtu malam kemarin (12/10). Tim penyandang 12 gelar sekaligus juara bertahan Piala Asia U-19 tersebut dibuat mainan oleh Evan Dimas dkk.

Yang paling kentara terlihat bukan hanya kemampuan mengimbangi permainan skuad Taeguk Warior junior tersebut. Tapi mental petarung dan fisik Garuda Jaya yang luar biasa. Apa pasal? Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa kekurangan skuad Tim Nasional Indonesia selama ini terletak pada lemahnya fisik dan mental bertanding.

Dan sabtu malam kemarin, anak asuh Indra Sjafrie seolah ingin membuktikan bahwa dua titik lemah tim nasional itu sudah menjadi masa lalu. Fisik dan tenaga anak-anak ndeso itu seperti tak pernah habis. Mereka terus fokus dengan melakukan preasure saat bola dipegang lawan dan terus bergerak dinamsi saat bola dikendalikan mereka. Tak kenal lelah.

Belum lagi masalah mental tanding. Tak diragukan, mental anak-anak ndeso itu juga tangguh, seperti tak takut meski menghadapi tim dengan reputasi dunia. Il Phenomeno Garuda Jaya, ini generasi baru bung! (mad, bagian II)