IMM Sikapi Diskriminasi Rehab Antara Sekolah Kota Dengan Desa

710 views
IMM Saat menggelar aksi-foto: Aryan/MC.com

IMM Saat menggelar aksi-foto: Aryan/MC.com

Lakukan aksi long Marc | Oleh:Aryan

Maduracorner.com, Bangkalan – Sebanyak 15 mahasiswa yang mengatas namakan diri dari ikatan mahasiswa muhammdiyah (IMM) menggelar unjuk rasa (unras) keperihatinan atas terjadinya diskriminasi atau kesenjangan bantuan pembangunan gedung, sarana dan prasarana antara sekolah yang ada di kota dengan sekolah didesa di Kabupaten Bangkalan. Aksi IMM dimulai didepan pendopo
Agung Bangkalan, selanjutya mereka melakukan aksi long March, kemudian mereka berorasi yang dipusatkan di depan masjid agung Bangkalan. Aksi IMM itu sempat menyita perhatian masyarakat pengguna roda dua dan empat juga.

“Kita merasa perihatin atas terjadinya diskriminasi rehab pembangunan sekolah SD, SMP , SMA dan SMK antara dikota dan didesa,” ujar korlap unras IMM, Bahrudin Anshori, Minggu, (4/5).

Masyarakat patut bersyukur karena pihak eksekutif (Pemerintah Kabupaten Bangkalan) dengan pihak legislatif (DPRD Bangkalan) pada tahun 2014 telah sepakat mengalokasikan 40 persen dana APBD Kabupaten Bangkalan untuk biaya pendidikan, lanjut Anshori. Apalagi mendapat dukungan penuh lewat visi misi Bupati Bangkalan,R.K.Muh. Makmun Ibnu Fuad dan Wakil Bupati Bangkalan, Mondir Rofi’i dengan program pendidikan gratis selama 12 tahun yang telah memasuki tahun kedua, sebenarnya sangat luar biasa, Namun sayang ternyata realisasi dilapangan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran untuk sarana dan prasarana (sapras) khususnya pembangunan rehab antara sekolah di desa dan dikota terkesan timpang. Anehnya lagi, sekolah dikota yang sudah mendapat bantuan rehab, tiba- tiba hanya berselang beberapa bulan saja kembali mendapat bantuan. Sementara itu, pembangunan sekolah didesa sangat lamban dan hingga saat ini masih banyak yang membutuhkan bantuan rehab dan kekurangan guru.

“Kami harap bapak Bupati Bangkalan, memperhatikan kinerja anak buahnya dilapangan. Terutama dalam masalah bantuan rehab sekolah antara dikota dengan didesa yang diduga sering terjadi diskriminasi dan masyarakat harus ikut mengawal anggaran pendidikan sebesar 40 persen tersebut,” pungkasnya. (yan/shb).

Email Autoresponder indonesia