Ini Alasan Pria Asal Konang Tega Bunuh Istrinya Sedang Hamil 6 Bulan

Maduracorner.com, Bangkalan, Mosa (39) warga Desa Cangkareman, Kecamatan Konang, Bangkalan, diringkus Satreskim Polres Bangkalan karna melakukan pembunuhan dengan penganiayaan terhadap Istrinya, Nima (37 th) asal Camplong Sampang.

Mosa menikah dengan Nima sejak 1998 dan hampir kurang lebih 21 tahun membangun kehidupan rumah tangga yang tinggal di Dusun Sendih, Desa Cangkareman, Kecamatan Konang, Bangkalan.

Kehidupan rumah tangga Nima dengan Mosa tidak bejalan dengan normal. Pasalnya, Istri Mosa yang bernama Nima mengalami kesakitan penyakit buta dan mengalami kelumpuhan meski Istrinya sedang hamil 6 bulan.

Sehingga Mosa harus merawat istrinya dengan penuh kesabaran. Waktu terus bergulir, Mosa merawat Istrinya hingga keluar dari batas kesabaran.

Mosa mengaku merasa jengkel pada Istrinya karna ketika disuapin makanan dan ketika diberi minum obat tidak ditelan.

Malahan Mosa mengaku makanannya disemburkan pada muka Musa sehingga Musa merasa jengkel dan melakukan penganiayaan beberapa kali menggunakan kayu batangan berukuran 1 meter.

Sehingga Istrinya mengalami luka berat mulai dari muka, tangan, hingga sampai kaki korban.

“Saya berkeinginan istri saya sehat tapi karna disembur ke muka saya ketika diberi makan dan obat dan kena mata hingga saya jengkel,” ujar Mosa, ketika Konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa, (24/12/2019).

Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengatakan korban mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia. Padahal, tersangka menikah dengan korban sejak 98 dan kurang lebih 21 tahun membangun rumah tangga.

“Kejadian bermula ketika korban yang merupakan istrinya mengalami penyakit buta dan lumpuh. Korban mengalami kelumpuhan sekitar 5 bulan yang lalu dan mengalami kebutaan sekitar 10 tahun yang lalu. Saat terjadi penganiayaan, Korban sedang mengalami hamil 6 bulan,” terangnya, saat konferensi pers di Mapolres Bangkalan, Selasa, (24/12/2019).

Pada Jumat, (21/12) kemarin korban dinyatakan meninggal di rumah korban di Camplong Sampang. Sementara kejadian penganiayaan terjadi di Konang.

“Jadi awalnya, korban dijemput oleh keluarga korban di Kecamatan Konang dan dibawa ke Kecamatan Camplong Sampang. Dengan kondisi lumpuh dan mengalami buta serta mengalami luka disekujur tubuh mulai dari muka, tangan hingga sampai ke kaki,” terangnya.

Lalu kemudian korban sempat dibawa ke RSUD Sampang untuk dilakukan perawatan.

“Setelah mengami perawatan, kemudian korban dibawa pulang kembali setelah mendapat surat keterangan bisa rawat jalan. Akhirnya korban di bawa pulang ke Camplong,” ucap Rama

Setelah satu hari dibawa pulang, korban kemudian ternyata meninggal dunia. Hingga, Sabtu, (21/12) kemarin, keluarga korban melaporkan kepada Polisi dan kami tindak lanjuti serta melakukan serangkaian tindakan penyelidikan.

“Cek TKP dan berkoordinasi dengan rumah sakit Sampang sekaligus untuk dilakukan visum,” ujarnya.

Setelah itu, penyidikan dimulai dan terhitung selama 24 jam sejak dilaporkan di Polres Bangkalan oleh keluarga korban pelaku berhasil diamankan.

“Pengakuan tersangka, melakukan penganiayaan terhadap korban sudah dilakukan berkali kali dengan motif karna jengkel,” ungkapnya.

Alasannya, karna ketika disuapi makan dan diberi minum obat tidak mau ditelan dan disemburkan ke muka tersangka hingga tersangka merasa jengkel dan melakukan penganiayaan.

“Tersangka dijerat Pasal 23, 04 UU No.23 tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga dengan acaman 5 sampai 15 tahun penjara,” pungkasnya.(tkn).

Email Autoresponder indonesia