Ini Jumlah DPT Hasil Perbaikan Pemilu 2019 di Kabupaten Bangkalan

Ketua KPU Bangkalan, Fauzan Jakfar menjawab pertanyaan awak media terkait DPT hasil perbaikan Pemilu 2019. (FOTO: Riyan Mahesa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangkalan mencoret 1.466 pemilih, yang terbukti ganda, meninggal dunia, dan tidak memenuhi syarat (TMS). Hal itu, dilakukan dalam rapat pleno terbuka penetapan daftar pemilih (DPT) hasil perbaikan penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Setelah dicoret, DPT hasil perbaikan jumlahnya menyusut menjadi 871.372 pemilih, yang sebelumnya berjumlah 872.794,” terang Ketua KPU Bangkalan, Fauzan Jakfar, Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, rapat pleno penetapan DPT hasil perbaikan tersebut merupakan tindaklanjut atas rekomendasi partai politik (parpol) melalui KPU RI, dan rekomendasi Bawaslu RI terkait data pemilih yang berpotendi ganda.

“Selama tiga hari, panitia pemilihan kecamatan (PPK), dan panitia pemungutan suara (PPS) sudah melakukan verifikasi faktual,” ucap Fauzan.

Verifikasi faktual itu kata Fauzan, untuk memastikan apakah data yang diterima dari parpol maupun Bawaslu benar-benar berpotensi ganda. Selain itu juga, Bawaslu merekomendasikan pemilih yang masuk TMS, terutama yang meninggal dunia, dan merekomendasikam pemilih baru.

“Semua rekomendasi sudah kami lakukan berdasarkan kroscek di lapangan,” imbuhnya.

Fauzan mengaku jumlah pemilih yang berpotensi ganda yang direkomendasikan parpol cukup fantastis mencapai 254.153 pemilih. Akan tetapi, data tersebut berdasarkan daftar pemilih sementara (DPS).

“Data yang dianalisa juga tanpa elemen nomor kartu keluarga (KK), dan nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak lengkap,” paparnya.

Fauzan mengutarakan, setelah dipaparkan bersama-sama menggunakan sample dua kecamatan berdasarkan DPT yang ditetapkan KPU, menurut data parpol jumlah pemilih yang berpotensi ganda sekitar 59 ribu.

“Ternyata setelah kami kroscek melalui analisa data juga, tidak terbukti. Memang, namanya sama, tapi nomor KK dan NIKnya tidak sama,” tuturnya.

Walupun berada di tempat pemungutan suara (TPS) yang sama kata Fauzan, mereka adalah orang yang berbeda. Berdasarkan hasil kroscek di lapangan yang terbukti ganda hanya berjumlah sekitar 300 pemilih, dari 254.153 pemilih yang direkomendasikan oleh parpol.

“Sehingga total yang kami hapus karena ganda, meningga dan TMS sebanyak 1.466 pemilih. Dan kami tambah 44 orang pemilih baru, maka DPT hasil perbaikan berjumlah 871.372 pemilih,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad