Ini Keunggulan Bawang Merah Varietas Lokal Desa Rubaru Sumenep

Petani bawang merah di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, tengah membersihkan lahannya. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Petani bawang merah di Desa Mandala Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tetap menuai kentungan besar meski di musim hujan. Sebab, bawang merah yang ditanam merupakan varietas lokal yang tahan di segala cuaca.

“Bawang merah varietas lokal tahan cuaca buruk dan kualitasnya tetap baik, sehingga harganya tetap tinggi. Salain itu, tahan penyakit layu fusarium sehingga tidak rusak sampai masuk waktu panen,” ungkap Kepala UPT Pertanian Kecamatan Rubaru,Sa’dawi Jayadi, Senin (18/03/2019).

Di daerah lain, bawang merah bisa rusak dan gagal panen akibat cuaca buruk. Namun, bawang merah dengan varietas lokal Rubaru justru tumbuh dengan baik, bahkan memiliki anakan yang lebih banyak dari bawang merah varietas biasa. bawang merah varietas biasa.

“Biasanya hanya ada 4 sampai 5 anakan. Kalau varietas lokal unggulan ini, bisa mencapai 10 anakan bawang merah,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang petani bawang merah, Hari mengaku, meski tanaman bawang merah miliknya setiap hari diguyur hujan tetap tidak rusak hingga masuki musim panen.

”Selain kualitas bagus, harganya sangat menguntungkan petani. Saat ini, harga bawang merah di petani sekitar Rp 24 ribu rupiah per kilogram,” katanya.

Kecamatan Rubaru menjadi pusat produksi bawang merah di Kabupaten Sumenep. Tanaman bawang merah di Kecamatan Rubaru mencapai seribu hektar dengan tiga kali panen setiap tahun. Rata-rata petani mampu memproduksi 8 ton per hektar lahan bawang merah setiap panen. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa

Email Autoresponder indonesia