Ini Penyebab Kabupaten Bangkalan Belum Merasakan Program Bosda Madin

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Calon Bupati Bangkalan Farid Alfauzi menyatakan, lembaga madrasah sebenarnya memiliki program bantuan operasional sekolah daerah untuk madrasah diniyah (Bosda Madin) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, sekitar Rp 25 miliar pertahun.

“Bosda Madin ini bisa untuk perbaikan lembaga madrasah,” jelas pasangan calon (Paslon) Bangkalan Berani Bangkit itu, Sabtu (2/6/2018).

Menurutnya, Kabupaten Bangkalan belum bisa merasakan bantuan tersebut, karena pemerintah kabupaten (Pemkab) sebelumnya tidak menyanggupi dana sharing yang menjadi syarat pencairan program bosda madin itu.

“Kata pemprov, pak bupati, kami mau bantu bosda Madin, Rp 25 miliar. Tapi sampean juga ikut nyumbang Rp 25 miliar. Jadi total ada 50 miliar buat madrasah,” imbuhnya.

Namun sambung Farid, Pemkab Bangkalan tidak bersedia memberikan dana sharing tersebut. Akibatnya, anggaran untuk madin itu ditangguhkan oleh Pemprov Jatim. Sehingga, setiap tahun Bangkalan hanya menerima sekitar 6 miliar.

“Ini yang terjadi tiap tahun, dan kalian diam saja. Apakah Bangkalan tidak pelit?,” sesalnya.

Paslon nomor urut 1 ini memastikan, kejadian sacam itu tidak akan terulang kembali apabila ditakdirkan menang di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018 mendatang.

“Doakan saya dengan pak Sudarmawan bisa terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Bangkalan,” tandasnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad