Isu Mahasiswa Blokade Suramadu, Wartawan dan Polisi Pun Kecele

image

Bangkalan, Maduracorner.com – Isu aksi unjukrasa mahasiswa hendak memblokade jembatan Suramadu sisi Madura hanya isapan jempol. Belasan jurnalis dan polisi pun kecele.

Sebagaimana diketahui, puluhan mahasiswa dan AMPI (Aliansi Mahasiswa Peduli Indonesia) hendak menggelar aksi penolakan harga BBM yang sudah diumumkan pemerintah. Untuk mengamankan aksi tersebut, puluhan personil kepolisian pun disiagakan di sekitar pintu tol Suramadu sisi Madura.

Pengamanan pun cukup maksimal. Selain 2 peleton dari Dalmas Polres Bangkalan, puluhan polisi dari beberapa polsek terdekat juga dikerahkan. “Pengamanan memang harus semaksimal mungkin. Karena Suramadu mereka salah satu objek vital”,ujar AKP Edy C Putro, Kapolsek Sukolilo yang ditemui di lokasi oleh kru maduracorner.com, rabu (19/11/2014) sore.

Dari ijin yang diterima pihak polres Bangkalan, aksi ini rencananya digelar jam 13.00 WIB. Namun ternyata massa tak kunjung datang. Baru sekitar jam 15.00 WIB, rombongan mahasiswa dengan naik sepeda motor pun datang.

Tapi mereka malah terus masuk ke loket tol jalur roda 2 tanpa melakukan aksi ataupun orasi seperti rencana awal. “Mereka tampaknya langsung ke pintu tol Suramadu sisi selatan (Surabaya). Soalnya mereka juga ijin menggelar demo disana”,terang Edy C Putro lagi.

Karuan saja, para polisi dan belasan jurnalis yang biasa liputan di Bangkalan hanya bisa tersenyum kecut. “Ditunggu berjam-jam kepanasan, malah langsung ke Surabaya”,ucap Suhul Anam, wartawan Kabar Madura. “Tau begini, kita tidak usah kesini saja”,sambung Doni Heriyanto, wartawan Koran Madura sambil mengumpat.

Setelah memastikan tidak ada aksi di pintu tol sisi Bangkalan, para jurnalis pun langsung balik kanan kembali ke Bangkalan. Sementara aparat kepolisian masih tetap menunggu dan bersiaga. (Mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy