Jelang Pergantian Musim, Harga Sayur Mayur Dipasar Tradisional Naik Drastis

Harga Sayur Mayur Naik | Oleh : Aryan

pedagang sayur-Foto : Aryan/MC.com

pedagang sayur-Foto : Aryan/MC.com

Maduracorner.com,Bangkalan – Jelang pergantian iklim dari musim hujan ke kemarau panjang yang diperkirakan akan terjadi pada pertengahan Mei 2013 oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Surabaya. Harga sayur mayur di pasar tradisional Ki Lemah Duwur Jalan Halim Perdana Kusuma Bangkalan, naik drastis. “Sejak 3 hari yang lalu,harga beberapa jenis sayur mayur melambung dan naik secara drastis,” ujar  , Suleha pedagang sayur dipasar tradisional Ki Lemah Duwur Bangkalan.

Menurut Suleha, kenaikan sayur mayur sudah menjadi tradisi disetiap perganti an cuaca dari musim hujan kemusim panas. Beberapa jenis sayur mayur yang mengalami kenaikan cukup tajam antara lain wortel buah dari Rp. 15 ribu naik drastis menjadi Rp.50 ribu/kg-nya. Brokoli dari Rp. 8 ribu naik menjadi Rp. 12 ribu/kg, bawang pre semula harga nya Rp.7 ribu naik menjadi Rp.13 ribu/ kg, Kubis dari Rp.4 ribu naik menjadi Rp. 8 ribu/kg, sawi hijau dari Rp. 7 ribu berubah menjadi Rp.12 ribu/kg.dan saladri dari Rp.8 ribu menjadi Rp.20 ribu/kg-nya.

“Fluktuasi harga sayur mayur dipasar sini sering mengalami pasang surut. Artinya, kalau droping sayur-mayur terus meningkat pelan- pelan akan turun lagi. Kasusnya hampir sama  waktu terjadinya kenaikan harga bawang merah, bawang putih dan cabe merah keriting,” ungkap Suleha.

Kepala Disperindag Bangkalan, Nawawi. Saat diminta komentar melalui telepon selulernya mengatakan para pedagang dipasar kerap bermain spekulasi. Tapi kalau sudah digelontor dari hasil petani    sayur mayur dengan sendirinya akan turun. “Hukum pasar memang begitu adanya, stok sedikit harga naik, sebaliknya sayur mayur melimpah harga perlahan turun,” pungkas Nawawi. (yan/min).

Email Autoresponder indonesia