Kabupaten Bangkalan Secara Tehnis Sudah KLB  DBD

717 views
image

Pasien DBD

Bangkalan,Maduracorner.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan secara resmi belum menetapkan kasus DBD  sebagai keadaan luar biasa (KLB) meskipun jumlah penderita DBD telah meningkat 8 kali lipat. Data tersebut sesuai yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan yang menyebutkan pada Januari 2015 lalu kasus penyakit DBD telah mencapai 277 kasus. Atau meningkat 8 kali lipat dibandingkan dengan Januari 2014 yang hanya berjumlah 35 kasus. “Secara tehnis memang KLB, namun Pemkab belum menyatakan itu sacara resmi,  tapi kami akan memprosesnya besok. Sesuai dengan arahan pak  Dirjen. Kemarin.  pak  Dirjen juga sudah menyampaikn kepada pak  Wabup dan pak  Sekda,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bangkalan, dr Nur Aida Rachmawati, Minggu (8/2/2015).

Menurut dia, akan ditetapkan kasus  KLB DBD itu berawal dari kehadiran Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Moh Shubuh, di Bangkalan yang menjelaskan jika jumlah kasus DBD telah mencapai dua kali lipat pada periode yang sama, itu berarti sudah masuk KLB. ” Jika jumlah DBD pada Januari 2014 sebanyak 35 kasus dan pada bulan yang sama di tahun 2015 berjumlah 277 kasus atau naik 8 kali lipat. Maka kasus DBD di Kabupaten Bangkalan sudah boleh dikatagorikan status KLB ,” ungkap mantan Kepala Puskesmas Klampis tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan, bercermin dari hasil survei tim Kemenkes RI dan Dinkes Propinsi Jatim disalah satu desa Kecamatan Tanah Merah. Menunjukkan bahwa angka bebas jentik nyamuk DBD hanya berkisar 33 persen. Itu artinya, pada 33 persen rumah tidak ditemukan jentik-jentik, sedangkan 67 persennya ditemukan jentik-jentik.
Secara tidak langsung Jentik-jentik nyamuk yang dijumpai di tempat penampungan air hujan di drum atau ember, yang biasanya digunakan untuk air minum sapi tersebut.

Merupakan sumber penularan DBD. Satu – satunya cara terbaik dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN) komprehensif. Atau menghentikan dan  meminimalisir jumlah kasus DBD, adalah dengan memutus rantai penularan DBD. Termasuk pemantauan jentik, larvasidasi dan fogging atau pengasapan kerumah-rumah warga,” pungkasnya.

Penulis : Aryan
Editor   : Sohib

Email Autoresponder indonesia