Kabupaten Bangkalan Zona Merah, 1 Orang Positif Covid-19

2748 views

Bangkalan, Maduracorner.com, Kabar satu pasien beberapa hari lalu diduga positif Corona didaerah Kecamatan Blega Bangkalan berinisial RSD, hari ini, Kamis, (9/4) dinyatakan Positif Corona.

Riwayat Pasien inisial RSD datang dari Jakarta pada 26 Maret dan sempat dirawat dan diisolasi di Puskesmas Blega sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan pada Jumat (27/3/20).

Untuk mengetahui pasti penyakit yang diderita pasien, pihak rumah sakit mengirimkan sampel cek ke RSU dr Soetomo, dan hasilnyapun dipastikan bahwa pasien tersebut positif Corona.

Namun Kamis (2/4/20) pasien tersebut minta pulang hingga akhir tim Satgas Covid-19 melakukan penjemputan dan memberikan pengertian kepada pihak keluarga.

Hasil terapi kondisi pasien membaik, gambaran RO menunjukkan TB dan Pneumonia. Selanjutnya pasien dilakukan swab tenggorokan tetapi hasilnya butuh waktu beberapa hari.

Karena kondisi pasien membaik sehingga pasien minta pulang paksa. Sehari kemudian keluar hasil swab tenggorokan yang menyatakan PCR positif.

Pasien kemudian dijemput kembali dan diisolasi di RSUD Bangkalan. Berdasarkan saran dari Dinas Kesehatan Provinsi maka hasil swap perlu dikonfirmasi lagi ke laboratorium Litbangkes Jakarta untuk memastikan positif atau tidak.

Kamis, (9/4) hasil swap dari laboratorium Litbangkes Jakarta sekitar pukul 05:00 Sore, keluar dan pasien dinyatakan Positif Corona.

Menanggapi hal tersebut, Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bangkalan membenarkan bahwa warga Bangkalan positif terpapar Covid-19 dari Kecamatan Blega.

“Datanya sudah di informasikan sekitar pukul 05:00 sore dari laboratorium Litbangkes Jakarta,” kata Agus Zain mewakili Humas Gugus Tugas Covid-19.

Selanjutnya, Ia menambahkan Gugus Tugas Kabupaten Bangkalan akan terus melakukan sesuai SOP penanganan Covid-19, seperti melakukan isolasi dan penanganan kepada Pasien.

“Dan selama ini pasien inisial RSD sudah diisolasi di RS. Syamrabu Bangkalan,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan tindakan cepat gugus tugas melakukan pencegahan dengan memutus rantai penyebaran dan mengamankan keluarganya yang pernah kontak agar melakukan isolasi.

“Sementara ini keluarga dari pasien sudah melakukan isolasi mandiri dan dalam pengawasan tenaga medis,” pungkasnya.(tkn).

Email Autoresponder indonesia