Kabur Ke Jakarta Dan Surabaya, Akhirnya Maling Motor dan Sapi Ditembak Polisi

Maduracorner.com, Bangkalan, Satreskim Polres Bangkalan bekuk Edy Suansto (35) warga Kelurahan Bencaran dan Mat Bakri (59) warga Desa Sendang Dajah Kecamatan Labang.

Kedua tersangka merupakan DPO dua kasus berbeda, Edy spesialis pencurian Sepeda motor didepan Alfamart jalan raya Sabiyen Kelurahan Bencaran Bangkalan pada Minggu 15 Juli 2018 lalu. Sementara Mat Bakri eksekutor maling sapi di Desa Burneh pada Selasa 08 Agustus 2018 tahun silam.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra saat pers rilis mengatakan kedua tersangka terpaksa dihadiahi timah panas karna ketika hendak diamankan berusaha melawan dan berusaha kabur.

“Dua temannya sudah ditangkap Polisi dan sedang menjalani hukuman,” ucap dia Kamis, (19/12/2019).

Saat ditanya kepolisi, kedua tersangka mengaku melarikan diri keluar kota. Tersangka pencurian sepeda motor mengaku melarikan diri ke Jakarta. Sementara tersangka spesialis maling sapi melarikan diri ke Surabaya.

“Tersangka pencurian sepeda motor lari ke Jakarta dan maling sapi pergi ke Surabaya. Tapi pada akhirnya mereka kembali ke rumahnya masing -masing dan dilakukan penangkapan,” ucapnya.

Menurutnya, peran Mat Bakri maling sapi sebagai penjaga diluar saat melakukan pencurian sapi bersama teman-temannya. Sementara Edy mengaku sering berulah diwilayah kota Bangkalan.

“Saat dilakukan penangkapan oleh Polisi tersangka membawa senjata sajam (sajam) dan sempat mengancam petugas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kedua tersangka sudah lama menghilang namun sebelum status DPO dicabut oleh Satreskim Polres Bangkalan maka petugas akan terus mencari dan menangkapnya.

“Statusnya juga DPO, apabila saat dilakukan penangkapan dan tersangka membawa sajam hingga melawan petugas maka akan dilakukan tindakan terarah dan terukur,” tandasnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka ES dijerat pasal 363 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sedangkan MB dijerat pasal 363 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dan UU darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.(tkn).

Email Autoresponder indonesia