Kaleidoskop Sepakbola Madura 2014, Beda Nasib Perssu Dengan Persepam

Bangkalan, maduracorner.com – Empat klub asal Madura menjalani kompetisi sepanjang tahun 2014 lalu. Yakni terhitung dari bulan Januari hingga Desember. Keempat klub ini memiliki nasib berbeda dan mencolok jika tolak ukur yang dipakai adalah raihan prestasi sepanjang tahun tersebut. Jika catatan Kaleidoskop Sepakbola Madura 2014 sebelumnya membahas Perseba Bangkalan dan Persesa, kali ini redaksi maduracorner.com akan menuliskan sepak terjang 2 klub asal Madura lainnya. Yakni Perssu Sumenep dan Persepam Pamekasan.

Perssu Sumenep yang dilatih Budiardjo Thallib memang terlihat berambisi naik level, yakni harus promosi dari strata kompetisi amatir ke professional. Hal ini terlihat saat mereka mempersiapkan tim guna menghadapi Liga Nusantara 2014. Salah satunya adalah merekrut sejumlah pemain bagus untuk level ini. Seperti halnya La Umbu, eks punggawa Perseba Super Bangkalan kala menjalani kompetisi Divisi Utama 2013 lalu. Ia pun diplot sebagai kapten tim Perssu karena dipandang sebagai pemain paling berpengalaman diantara pemain lain.

Sepak terjang tim berjuluk Laskar Kuda Terbang ini pun cukup bagus sepanjang kompetisi. Mereka mampu tampil gemilang pada 3 kali putaran grup yang kebetulan memang digelar di Stadion A Yani Sumenep.

Namun penampilan bagus tersebut bukan berarti Perssu hanya jago kandang. Buktinya, La Umbu dkk mampu tampil sebagai runner up Grup 9 saat menjalani babak 16 besar. Sementara posisi juara grup ditempati Persatu Tuban yang bertindak sebagai tuan rumah Grup 9. Kedua tim ini pun lolos ke babak 8 besar Liga Nusantara 2014.

Kedigdayaan tim dari ujung paling timur pulau Madura ini kembali terbukti. Mereka mampu menjadi juara Grup 11 pada putaran 8 Besar yang digelar di Jogjakarta. Selain memastikan promosi ke Divisi Utama 2015 mendatang, hasil ini membuat mereka lolos ke babak semifinal. Sayang langkah mereka terhenti dan gagal menembus laga final setelah dikalahkan 1-2 oleh Persatu Tuban. Meski begitu, mereka menggondol tittle hiburan sebagai Juara III Liga Nusantara 2014.

Jika Perssu bernasib baik dengan lolos ke Divisi Utama, hal sebaliknya menimpa Persepam Pamekasan. Tim yang berlaga di kompetisi ISL 2014 ini gagal mempertahankan performa impresif mereka seperti ketika tampil sebagai pendatang baru pada kompetisi ISL 2013.

Zaenal Arif dkk malah terjerumus ke zona degradasi di klasemen akhir kompetisi ISL 2014. Kondisi ini membuat manajemen internal klub menjadi tidak nyaman. Salah satunya terlihat dengan hengkangnya pengelola Persepam dalam 3 tahun terakhir, PT Pojur Madura United. Bukan itu saja, sederet pemain bintang pun cabut dan hijrah ke tim lain.

Hal ini bisa dipandang wajar. Karena tim yang akan diasuh Widodo C Putro pada musim kompetisi 2015 mendatang ini turun kasta ke Divisi Utama. Meski masih sama-sama berlabel kompetisi professional, namun jelas bahwa Divisi Utama kalah kelas dibanding ISL sehingga para pemain bintang pun memilih hengkang.

Maka tentu, pada kompetisi Divisi Utama 2015 mendatang akan ada derby Madura. Yakni antara Perssu Sumenep dan Persepam Pamekasan. Siapa yang terbaik diantara keduanya saat berada di level kompetisi yang sama saat ini? Kita tunggu saja musim mendatang.

Catatan ini merupakan akhir dari tulisan redaksi maduracorner.com tentang Kaleidoskop Sepakbola Madura 2014. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia