Kaleidoskop Sepakbola Madura 2014, Nasib Perseba dan Persesa Yang Tetap Berkubang Di Level Amatir

Tim Perseba Bangkalan 2013-2014 Bersama Managemen

Tim Perseba Bangkalan 2013-2014 Bersama Managemen

Bangkalan, maduracorner.com – Empat klub asal Madura menjalani kompetisi sepanjang tahun 2014 lalu. Yakni terhitung dari bulan Januari hingga Desember. Dua klub diantaranya adalah Perseba Bangkalan dan Persesa Sampang, tim-tim yang masih harus berlaga di level amatir pada musim kompetisi 2015 mendatang

Perseba Bangkalan sebenarnya membuka lembaran manis saat memulai tahun 2014 lalu. Tim berjuluk Laskar Ke’ Lesap ini mampu tampil sebagai kampiun Divisi III Nasional 2013/2014. Kompetisi level terbawah ini memang digelar sejak bulan oktober 2013 hingga menuntaskan laga puncak pada akhir bulan Januari 2014.

Sebagai catatan, Perseba Bangkalan yang mengikuti kompetisi Divisi III 2013/2014 ini merupakan tim bentukan baru yang harus memulai lagi dari divisi amatir. Karena tim Perseba Super Bangkalan yang sudah ada di Divisi Utama sebelumnya, mengalami perpindahan kemilikan secara kontroversi menjadi status kepemilikan pribadi. Yakni milik Vigit Waluyo sejak awal 2013. Tim ini pun lalu dijual lagi oleh Vigit Waluyo ke Samarinda setahun kemudian dan berubah nama menjadi Pusamania Borneo FC (PBFC).

Kita kembali ke catatan Perseba baru yang mengikuti kompetisi Divisi III. Sejak penyisihan grup wilayah Madura, Perseba tampil sangat dominan pada setiap laga yang mereka jalani. Bahkan cenderung menang dengan skor mencolok. Salah satunya saat Perseba melindas tim Cahaya Muda Pamekasan pada putaran Grup Wilayah Madura dengan skor 13-0. Catatan ini merupakan rekor baru yang tercipta dalam sebuah laga kompetisi resmi di Indonesia. Hasil ini sekaligus melampaui rekor sebelumnya 12-0 yang dimiliki Niac Mitra Surabaya pada era 1980-an.

Tim yang diarsiteki Hanafing ini pun nyaris tanpa tanding. Mulai dari penyisihan grup hingga laga puncak yang digelar di Jakarta. Pada pertandingan final Divisi III Nasional tersebut, Ridho Nur Cahyo dkk menang 2-0 dari Persintan Intan Jaya Papua. Mereka pun resmi sebagai juara Divisi III edisi terakhir karena level ini pada musim berikutnya dihapus dan dilebur dalam kompetisi Liga Nusantara.

Catatan sepanjang kompetisi Divisi III Nasional 2013/2014 ini, Perseba sangat mengagumkan. Mereka tidak terkalahkan sepanjang kompetisi dengan rekor memasukkan 65 gol serta hanya kemasukan 7 gol! Maka wajar, 2 pemain depan mereka yakni Ridho Nur Cahyo dan M Fahmi Al Ayyubi menjadi top skorrer dengan 17 gol untuk masing-masing pemain. Pada posisi runner up pencetak gol pun ditorehkan striker Perseba Bangkalan lainnya. Yakni Riki Hamzah yang mengemas 16 gol. Luar biasa bukan?

Usai kompetisi akhir Januari 2014, tim yang bermaterikan gabungan pemain lokal dan sebagian pemain Pra PON Jatim ini langsung dipersiapkan untuk Liga Nusantara 2014. Selain melakukan beberapa rekrutmen pemain baru, mereka juga menjalani sederet laga persahabatan. Termasuk pertandingan bergengsi melawan Timnas U-19 di Stadion Gelora Bangkalan yang berakhir dengan skor imbang 1-1 pada tanggal 21 Pebruari 2014 lalu. Hasil ini tentu luar biasa karena sebuah tim amatir mampu menahan imbang Evan Dimas dkk.

Namun sayang, masa bulan madu dan keindahan tim ini langsung berubah menjadi buram. Tanpa sebab yang jelas, tim Perseba Bangkalan tidak jadi ikut kompetisi. Padahal, mereka digadang-gadang sebagai calon kuat kampiun Liga Nusantara 2014 berkat amunisi yang dimiliki.

Ironisnya, seluruh pemain dalam tim ini tetap menjadi sebuah tim sepakbola dengan nama baru. Yakni Laga FC Surabaya. Seperti perkiraan semula, tim ini mulus melaju hingga babak final Liga Nusantara 2014 dan promosi ke Divisi Utama 2015 mendatang. Bagaimana dengan nasib Perseba Bangkalan? Tetap di di kompetisi amatir untuk tahun 2015!

Tim Madura lain yang harus berkompetisi di level amatir adalah Persesa Sampang. Tim berjuluk Laskar Trunojoyo ini sebenarnya mengikuti kompetisi Liga Nusantara 2014. Namun gagal melaju terus dan mentok pada putaran awal grup.

Meski begitu, Persesa memiliki sisi baik yang mesti dicontoh Perseba. Yakni konsistensi mereka untuk terus ikut kompetisi. Sebagai catatan, Persesa pada musim kompetisi sebelumnya (2013) juga berlaga di Kompetisi Divisi II. Sementara Perseba meski sempat menggondol tittle kampiun Divisi III Nasional 2013/2014, mereka malah mundur dan tidak jadi ikut Liga Nusantara 2014.

Catatan dari tulisan redaksi maduracorner.com ini bersambung ke catatan Perssu Sumenep dan Persepam Pamekasan tentang Kaleidoskop Sepakbola Madura 2014. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia