Kasus Dugaan Guru Cabul Mandeg, Keluarga Korban Ngluruk Inspektorat

Pelapor kasus dugaan pencabulan ngluruk inspektorat. foto : arie/mc.com

Pelapor kasus dugaan pencabulan ngluruk inspektorat. foto : arie/mc.com

 

Pemkab Terindikasi Melindungi Oknum Guru | oleh : Arie

Maduracorner.com, Sampang – Kasus dugaan pencabulan oleh oknum Guru SDN Karang Dalam 1 Sampang terhadap sejumlah siswinya, belum juga ada tindak lanjut. Karena itu, keluarga korban akhirnya meluruk kantor inspektorat dan sekolah tempat oknum guru tersebut mengajar. Mereka mendesak agar oknum guru SD Negeri Karang Dalam 1 itu segera dipecat.

Menanggapi tuntutan keluarga pelapor, Kepala inspektorat Kabupaten Sampang Mohammad Sys yang menemui keluarga korban didampingi LSM Madura Development Watch berjanji akan memberikan sanksi sesuai prosedur. Bahkan jika terbukti bersalah pihaknya akan memberikan sanksi tegas, berupa pemecatan sebagai PNS.

Namun jawaban itu belum memuaskan pihak pelapor, mereka kemudian mendatangi Sekolah SDN Karang Dalam 1 Sampang, namun karena sudah siang hanya ditemui kepala sekolah dan seorang guru agama.

“Pihak sekolah tidak bisa berbuat apa-apa, kejadian ini bukan karena pihak sekolah, melainkan oknum guru yang terlibat,” kelit Ach. Syafiuddin kepala sekolah (kasek) Karang Dalam 1.

Mendengar dalih kasek, Ketua LSM Madura Development Watch, Tamsul, akhirnya menyimpulkan bahwa kasus ini sepertinya sengaja diambangkan. “Nampaknya ada upaya dari pemerintah kabupaten Sampang untuk melindungi oknum guru tersebut, buktinya penanganan mereka lamban, termasuk Bupati Sampang yang seolah-olah mengabaikan laporan korban,”tegas Tamsul berapi-api.

Dia kemudian mengancam, jika pihak berwenang tidak segera mengambil tindakan tegas, maka keluarga korban akan menempuh jalur hukum.

Sebagaimana pernah diberitakan, beberapa minggu lalu saat mengikuti Ujian Nasional (UN) tingkat SD, tiga siswi SDN Karang Dalam 1 melaporkan tindakan pencabulan oleh oknum gurunya yang bernama Jamal yakni meremas salah satu organ sensitif (dada) siswi tersebut. Diduga perbuatan tidak senonoh tersebut sudah lama dilakukan sang guru, namun korban ketakutan untuk melaporkan ke orang tuanya.(rie/krs)

 

Email Autoresponder indonesia