Kasus Perceraian di Sumenep Terus Meningkat

799 views

Panitera Muda (Pamud) Hukum PA Sumenep, M. Arifin. (FOTO: Sai)

SUMENEP, MADURACORNER.COM-Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Sumenep, menyebutkan angka kasus perceraian di tahun 2018 meningkat dari tahun sebelumnya. Jumlahnya, mencapai 1.541 perkara.

“Tahun 2017 kasus perceraian sebanyak 1.400 perkara,” ucap Panitera Muda (Pamud) Hukum PA Sumenep, M. Arifin, Rabu (19/12/2018).

Menurutnya, faktor perselisihan antara suami dan istri mendominasi kasus perceraian tahun 2018. Hal itu dibuktikan dengan jumlah perkara sebanyak 1.017 kasus.

“Faktor kedua karena ditinggal. Kasusnya berjumlah 88 perkara,” terang Arifin.

Faktor lainnya kata dia, karena persoalan ekonomi sebanyak 79 perkara, dan 53 perkara karena kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Ada beberapa faktor lagi, seperti kawin paksa, mabuk, dihukum penjara, zina, cacat badan, dan poligami,” imbuhnya.

Arifin mengaku sudah melakukan beberapa upaya untuk menekan angka perceraian. Di antaranya majelis hakim selalu menasehati agar rukun kembali setiap kali sidang.

Upaya lainnya ialah dengan cara melakukan mediasi. Mediasi biasanya dilakukan dua kali. Tapi kalau masih ada waktu, bisa lebih dari itu.

“Cuma kalau ke PA memang niatnya sudah ingin bercerai, biasanya sulit untuk dimediasi. Tingkat keberhasilannya sangat rendah,” tandasnya. (*)

Penulis: Sai

Editor: Riyan Mahesa

Email Autoresponder indonesia