Kawal Kasus Penipuan, Ribuan Santri Demo Kejari dan PN

773 views

Ribuan santri dan alumni  datangi PN Pamekasan | Oleh : Mustofa El Abdy
santri pamekasan                                          Ribuan santri dan alumni saat mendatangi PN Pamekasan-foto :Mustofa El Abdy/MC.com


Maduracorner.com, Pamekasan – Sedikitnya 1.000 massa yang mengatasnamakan Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Keadilan (KM2PK) yang tak lain adalah alumni dan santri Pondok Pesantren miftahul Umul Bettet Pamekasan mendatangi Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri Pamekasan, Senin (10/3).

Kedatangan mereka untuk mengawal kasus penipuan dan penggelapan uang milik rektor Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan, Syihabuddin yang diduga dilakukan Nurul Azizah yang berperan sebagai otak penipuan bersama terdakwa lainnya Muafiqul Qomar, dan Amirus Soleh.

Korlap Aksi, M. Ishaq meminta, agar Hakim dan Jaksa yang menangani kasus tersebut tidak molor saat melakukan penyelidikan agar tidak membuang bukti-bukti laporan. Termasuk juga meminta pengadilan memberikan vonis maksimal kepada terdakwa. “Intinya kami minta terdakwa dihukum seberat-beratnya,” tegas Ishaq.

Ishaq juga meminta, agar supaya jaksa dan hakim membongkar motif dan tujuan dibalik aksi penipuan. Termasuk pencemaran nama baik pengasuh pondok pesantren Miftahul Ulum Bettet Pamekasan yang sampai detik ini belum diungkap. Pasalnya, terdakwa dalam melancarkan aksinya mencatut nama pengasuh pondok. “Bukan hanya penipuan, tapi ini sudah menghina, mengadu domba, itu yang benar-benar tidak bisa kami terima,” tambahnya.

Sementara itu, Humas PN Pamekasan, Heri Kurniawan tidak mempersoalkan kedatangan ribuan santri dan alumni dari Pondok Pesanten Miftahul Ulum tersebut. Menurutnya kedatangan mereka hanya untuk mengikuti sidang pembacaan keterangan saksi. “Kami memang meminta mereka untuk mengawal jalannya persidangan mulai dari tuntutan hingga putusan,” jelasnya.

Dari pantauan Maduracorner.com dilapangan, ribuan santri tersebut datang ke Kejaksaan negeri untuk menyuarakan aspirasinya sembari membentangkan poster. Sementara di Pengadilan Negeri massa melakukan istghosah untuk mengawal sidang kasus penipuan itu.(top/shb)

Email Autoresponder indonesia