Kawal Perolehan Suara, Caleg PKB Lurug Kantor PPK Kwanyar

1653 views

Caleg PKB Dapil V, Hotib Marzuki bersama puluhan warga ketika mendatangi kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kwanyar. (FOTO: Istimewa)

BANGKALAN, MADURACORNER.COM- Caleg PKB Dapil V, Hotib Marzuki bersama puluhan warga mendatangi kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (20/4/2019).

Aksi damai ini, untuk mengawal perolehan suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kecamatan Kwanyar. Sebab, ada oknum PPK Kwanyar disinyalir berupaya menggelembungkan suara salah satu caleg tertentu.

Oknum PPK ini, terindikasi mendatangi setiap Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan meminta agar hasil perolehan suara dirubah sebelum penghitungan di tingkat kecamatan.

“Sangat disayangkan, Ketua PPK beserta staf-stafnya tidak ada di tempat,” sesal Hotib.

Meski tak berhasil menemui PPK, Caleg Dapil V yang meliputi Kecamatan Kamal, Tragah, Labang dan Kecamatan Kwanyar itu tetap berorasi menyampai aspirasinya. Bahkan, puluhan warga yang ikut dalam aksi membentangkan poster dengan beragam tulisan bernada kecaman.

“Jangan sampai indikasi penggelembungan suara itu terjadi. Kami tidak akan tinggal diam, apapun akan kami lakukan,” ancamnya.

Hotib khawatir, ada kongkalikong antara oknum PPK dengan anggota Panwascam dalam menjalankan upaya-upaya yang dapat menciderai proses demokrasi itu. Praktik-praktik kotor seperti ini, perlu dicegah, dan harus dilawan demi terwujudnya demokrasi yang berintegritas.

“Kami juga sudah menemui Panwascam, dan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan. Jadi jangan pernah main-main dengan kami,” tegasnya.

Dugaan upaya penggelembungan perolehan suara kata Hotib, menjadi perhatian serius supaya tidak ada perbedaan jumlah perolehan suara antara form C1 milik saksi di TPS, dengan form C1 di PPK. Jika jumlah itu berubah ketika rekapituasi di kecamatan, berarti oknum PPK telah berbuat curang.

“Kami juga meminta Bawaslu Bangkalan turun ke lapangan menginvestigasi indikasi ketidaknetralan oknum PPK Kwanyar,” terang Hotib.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh menyarankan agar segera melaporkan jika mengantongi bukti dugaaan pelanggaran kode etik oknum PPK tersebut. Apabila terbukti, yang bersangkutan bisa dipecat.

“Pengawas TPS juga mengantongi form C1 dan sudah disetor ke kami. Kalau terjadi perubahan saat penghitungan di kecamatan bisa kita buka bersama-sama,” paparnya. (*)

Penulis: Riyan Mahesa

Editor: Ahmad