Kecewa Dengan Pelayanan Puskesmas Kamal, Seorang Satpam Posting Video di Facebook

Bangkalan, Maduracorner.com,
Seorang satpam asal Desa Kamal, Kecamatan Kamal, merasa resah atas dugaan ke tidak seriusan Pelayanan di Puskesmas Kamal.

Sebuah video berdurasi 3 menit 36 detik itu menjadi viral di warganet, lantaran pelayanan puskesmas Kamal dianggap kurang baik. Video yang beradar itu pemilik akun Facebook (FB) bernama Raivaa Riski. Ia mengunggah vidio dan menceritakan nasib ibunya yang berobat di Puskesmas Kamal.

Kemudian ia juga menceritakan keadaan pelayanan di Puskesmas kamal dalam postigan vidio di Facebook-nya.

“Hari ini pada hari jumat tanggal 12 Juni 2020, tadi pagi pukul 07.00 Wib, saya mengatarkan ibu saya ke Puskesmas Kamal dan disana SOP dan sesuai prosedurnya saya laksanakan dengan baik. Tetapi, pada jam 07.00 wib tidak satupun orang bagian pendaftaran duduk dikursi depan. Mereka berempat atau berlima ada didalam ngobrol, bercanda gurau,”
kata suara pria yang ada dalam rekaman video itu. 

Disebutkannya, di pendaftaran hampir penuh dengan orang yang mau mendaftar untuk berobat di Puskesmas Kamal.

“Sehingga dari jam 07.00 sampai 07.30 wib, kursi pendaftaran hampir penuh dengan orang yang mau mendaftar untuk berobat, setalah itu saya mendaftar, adik saya mendaftakan ibu saya untuk perawatan jam setengah 8 lebih, setelah kedepan untuk menangani ibu saya. Yang sakit itu Ibu saya. Ibu sakit asam lambung, saya minta untuk diinfus ke ibu-ibu perawat, setalah itu ibu-ibu perawatnya bilang tidak ada kamar pak, kamar penuh, adanya ada bekas covid-19. Ini akal akalan atau gimana?,”sambungnya dalam video itu.

Menanggapi hal itu, Kapala Puskesmas Kamal Hj. Nur Khotibah  membantah apa yang disampaikan pria dalam kutipan video tersebut. Dikatakannya, bahwa pihak Puskesmas Kamal sudah memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien tersebut.

“Kami tetap berkomitmen memberikan layanan yang terbaik yang kami bisa berikan kepada masyarakat dan apa yang disampaikan di dalam video itu tentu tidak benar,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Jumat (12/6/2020).

Ia juga menjelaskan, bahwa pasien pada hari itu sebenarnya sudah kami layani. Namun, pasien meminta untuk rawat inap diruangan depan.

“Sedangakn ruangan depan itu penuh, kami sudah menawarkan ke pihak keluarga pasien untuk ruang inap dibelakang, tetapi pihak keluarga menolaknya,”kata dia.

Lanjut dia, terkait, Petugas yang berada di dalam itu, teman-teman UGD yang piket malam dan yang piket pagi.

“Pasien yang datang selalau tetap kami dilayani. Kalau bilang itu empat sampai lima orang bercanda, guyonan didalam itu kurang benar,” kata dia.

Ia menambahkan, pihak puskesmas Kamal sudah menghubungi keluarga pasien untuk mengklarifikasi atas unggahan video tersebut. Namun, yang bersangkutan itu masih bekerja di Surabaya.

“Kami akan tetap mengklarifikasi terkait penggunggahan video itu, tetapi pihak terkait sedang bekerja di Surabaya,”tandasnya. (Ris).

Email Autoresponder indonesia