Kediaman Fuad Amin Disita KPK, Kini Terlihat Tak Terurus Setelah 3 bulan Penangkapan

image

Kediaman Fuad Amin yang disita KPK

Bangkalan,maduracorner.com – Sebuah rumah besar yang juga kediaman Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin, akhirnya disita KPK rabu (4/3/2015) sore. Sekitar 5 penyidik KPK dibantu 4 pekerja memberi sticker dan memasang papan sita. 3 personil dari Polres Bangkalan dengan membawa senjata laras panjang tampak mengamankan proses penyitaan tersebut.

Tidak sembarang orang bisa masuk ke halaman rumah yang terletak di jalan Letnan Mestu Kota Bangkalan ini. Dari luar, rumah terlihat hanya berpagarkan seng yang cukup tinggi. Namun ketika masuk ke halaman, maka akan tampak kemegahan rumah ini.

Di sisi selatan halaman, terdapat jalan masuk menuju garasi mobil yang terletak di bawah tanah. Atau tepatnya di bawah bangunan rumah mantan Bupati Bangkalan 2 periode tersebut. Namun garasi ini pun kini kosong. Karena semua mobil yang bersangkutan sudah disita KPK sejak bulan januari 2015 lalu.

Setelah yang Fuad Amin ditangkap KPK pada awal desember 2014 atau tiga bulan yang lalu, rumah megah ini mulai tak terawat. Beberapa benda tergeletak begitu saja. Seperti halnya sebuah tempat sampah yang ada di pintu keluar garasi mobil. Begitu juga kondisi lantai terlihat berdebu.

Bahkan areal kolam renang yang terletak di sisi utara halaman juga bernasib sama. Kolam renang keluarga ini mulai dipenuhi lumut pada bagian keramik kolam.

Menurut Lurah Kelurahan Kraton, Moh Imbran yang mendampingi penyidik KPK saat melakukan penyitaan, kediaman Fuad Amin setiap harinya dijaga oleh 4-5 orang. Yakni seorang petugas Satpol PP serta sisanya adalah tukang kebun.

“Untuk saat ini, kediaman bapak Fuad Amin dijaga oleh teman-teman Satpol PP. Ada sekitar 5 orang setiap harinya. Memang selama ini kosong atau tidak ditempati pasca penangkapan bapak”,ujar Moh Imbran kepada maduracorner.com, rabu (4/3/2015) sore.

“Ini untuk sementara saja sebelum ada keputusan tetap dari KPK atau pengadilan. Saya bilang begitu, karena ini kan hanya disita. Artinya bisa saja nanti asset yang disita ini dikembalikan lagi jika tidak terbukti di pengadilan”,tambahnya.

Ketika disinggung tentang kondisi kolam renang dan garasi mobil, Imbran mengelak. Ia pun mengaku kurang mengetahui. “Wah saya tidak tahu itu, mas. Karena saya tidak pernah masuk”,akunya lagi.

Penyidik KPK menyatakan, restoran mewah ini disita karena diduga terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang disangkakan pada Fuad Amin. Hal ini merupakan bagian dari penyitaan asset-asset di wilayah Bangkalan yang disinyali milik Ketua DPRD setempat tersebut.

Data yang diperoleh maduracorner.com dari penyidik kpk, ada sekitar 70 hingga 80 asset Fuad Amin yang sudah disita. Puluhan asset ini terdiri atas lahan atau tanah kosong serta bangunan. Baik berupa rumah hingga rumah batik.

Rencananya, hari kamis besok (5/3/2015) merupakan hari terakhir proses penyitaan semua asset Fuad Amin di wilayah Bangkalan. Menurut salah satu penyidik KPK, hari terakhir tersebut akan dipakai untuk menyita sekitar 12 asset tersisa yang semuanya berupa lahan atau tanah kosong. (mad)

Penulis: Mamad el Shaarawy
Editor: Mamad el Shaarawy

Email Autoresponder indonesia