Keji !!! Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis Anti Tambang di Lumajang

Keji! Begini Kronologi Pembunuhan Aktivis Anti Tambang di Lumajang                                                                      Foto: Istimewa

Maduracorner.com –  Salim meninggal dunia dengan cara keji. Dia dibawa sekelompok orang, lalu dianiaya dan dibunuh dengan cara keji. Salim menjadi korban karena sikap kritisnya menolak aktivitas pertambangan di desanya di Selok Awar-awar, Pasirian, Lumajang.

Dalam keterangan pers yang disampaikan Manajer Kampanye JATAM, Ki Bagus Hadi Kusuma, Selasa (29/9/2015) dipaparkan bagaimana peristiwa itu terjadi. Bagus mendapatkan informasi berdasarkan hasil investigasi Achmad Zakky Qhufron.

– Januari 2015

Masyarakat membentuk FORUM KOMUNIKASI MASYARAKAT PEDULI DESA SELOK AWAR – AWAR KECAMATAN PASIRIAN KABUPATEN LUMAJANG yang semua dibentuk oleh  12 warga masyarakat, antara lain Tosan (luka kritis), Salim alias Kancil (tewas), Abdul Hamid, Turiman, dan lainnya.

Mereka melakukan Gerakan Advokasi Protes tentang Penambangan Pasir yang mengakibatkan Rusaknya  Lingkungan di desa mereka dengan cara bersurat kepada Pemerintahan Desa Selok Awar–Awar, Pemerintahan Kecamatan Pasirian bahkan kepada Pemerintahan Kabupaten Lumajang / Bupati Lumajang.

– Juni 2015

Sekitar bulan Juni 2015 FORUM menyurati Bupati Lumajang untuk meminta AUDENSI tentang Penolakan Tambang Pasir , tetapi tidak di Respon oleh Bupati yang diwakili oleh camat Pasirian dan hasil audiensi tersebut tentang keberatan FORUM Aktivitas Penambangan tersebut yakni terkait izin penambangan pasir yang berkedok izin pariwisata.

– 9 September 2015

FORUM melakukan aksi damai penyetopan aktivitas penambangan pasir dan penyetopan truk muatan pasir di Balai Desa Selok Awar–Awar yang menghasilkan surat pernyataan Kepala Desa Selok Awar-Awar untuk menghentikan Aktivitas penambangan pasir.

– 10 September 2015

Adanya ancaman Pembunuhan yang dilakukan oleh tim preman yang diduga dibentuk oknum di desa kepada Tosan selaku aktivis yang menolak tambang. Sejumlah aktivis yang menolak juga mendapat ancaman.

– 11 September 2015

Perwakilan FORUM melaporkan kejadian Tindak Pidana Pengancaman ke Polres Lumajang yang ditemui dan/atau diterima langsung oleh perwira Polres Lumajang bernama Heri. Pada saat itu perwira polisi itu menjamin akan merespons pengadukan FORUM dan berkoordinasi dengan Polsek Pasirian.

– 19 September 2015

FORUM menerima surat pemberitahuan dari Polres Lumajang terkait nama-nama penyidik Polres yang menangani kasus pengancaman tersebut.

– 21 September 2015  

FORUM mengirim Surat Pengaduan terkait ilegal mining yang dilakukan oleh oknum aparat Desa Selok Awar-Awar di daerah hutan lindung Perhutani.

– 25 September 2015

FORUM mengadakan koordinasi dan konsolidasi dengan masyarakat akan melakukan aksi penolakan tambang pasir dikarenakan aktivitas penambangan
tetap berlangsung dilakukan oleh pihak penambangan. Rencana Aksi dilakukan besok pagi harinya.

– 26 September 2015

Pukul 07.30-08.00 WIB terjadinya penjemputan paksa dan penganiyaan terhadap 2  Anggota FORUM yaitu Tosan dan Salim yang  dilakukan massa yang dipimpin oleh D yang juga ketua tim preman. Penganiayaan ini mengakibatkan meninggalnya Salim.

Saat itu pagi harinya, Tosan menyebar selebaran di depan rumah saudaranya Imam. Kemudian ada seseorang yang melintas dan berhenti dan marah-marah.

Kemudian massa sekitar  kurang lebih 40 orang bermotor mendatangi Tosan lalu mengeroyok. Sedang saudaranya Imam sempat melerai namun kemudian akhirnya melarikan diri karena massa yang membawa kayu, clurit, dan batu menyerang Imam.

Tosan juga saat itu sempat melarikan diri dengan sepeda. Namun massa terus mengejar, dan saat korban Tosan terjatuh dari sepeda dianiaya dan dimassa dengan memakai pentungan kayu, pacul, batu dan celurit. Tak hanya itu saja, korban juga dilindas dengan sepeda motor.

Saat itu datang Ridwan yang menantang pimpinan kelompok pengeroyok D. Hingga akhirnya, D dan para pengeroyok pergi. Lalu para pelaku pergi, sedang Ridwan membawa korban Tosan ke puskesmas dan ke RS Lumajang.

Sedang kejadian yang menimpa Salim, dia dijemput paksa dari rumahnya. Saat itu Salim tengah menggendong cucunya yang berumur 5 tahun. Melihat gerombolan masa datang kerumahnya korban menaruh cucunya di lantai. Massa kemudian mengikat kedua tangan korban memukuli dengan kayu dan batu.

Kemudian massa membawa Salim ke balai desa Selok Awar-awar dengan cara diseret, jarak rumah korban dengan balai desa sekitar 2 Km. Pada saat di balai desa korban sempat mendapat penyiksaan, selain dipukuli digergaji lehernya, disetrum, kejadian ini kurang lebih selama 30 menit antara pukul 08.00-08.30 WIB, sampai menimbulkan kegaduhan terdengar suara kesakitan dari Salim.

Akibat erangan kesakitan Salim itu sekolah PAUD di dekat balai desa dihentikan proses belajar mengajarnya. Kemudian massa menyeret Salim ke luar balai desa menuju tempat di sekitar makam desa. Pada saat di sekitar makam, korban diminta berdiri tangan terikat dan diangkat ke atas.

Kemudian massa membacok perut selama tiga kali namun tidak menimbulkan luka sama sekali, kemudian kepala korban dikepruk pakai batu dan mengakibatkan korban meninggal posisi tertelungkup dengan tangan terikat/diikat dengan tambang dengan tubuh terutama kepala korban penuh luka benda tumpul, di dekat korban banyak batu dan kayu berserakan.

Menurut kesaksian Ridwan, pelaku pembunuhan keji atas Salim sama dengan yang menganiaya Tosan. Saksi Ridwan dan Imam telah dimintai keterangan penyidik Polres Lumajang.

– Hingga 29 September beberapa anggota FORUM pasca kejadian tersebut meminta perlindungan di Polsek Pasirian untuk meminta perlindungan keamanan.

(dra/dra)

Sumber : Dhani Irawan – detikNews

By : Jiddan

Email Autoresponder indonesia